PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengajak masyarakat menjadikan ilmu pengetahuan sebagai panglima dalam kehidupan dan dasar untuk melakukan perubahan serta membangun daerah.
Pesan tersebut disampaikan Anwar Hafid saat memberikan sambutan pada Haul ke-5 Al-Habib Saggaf bin Muhammad Al-Jufri, yang menjadi momentum untuk mengenang perjuangan, keteladanan, dan warisan pemikiran ulama besar tersebut.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo, di Desa Kotarindau, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sabtu (8/9/2026).
Menurut Anwar, Al-Habib Saggaf tidak hanya meninggalkan kenangan bagi para pencintanya, tetapi juga warisan nilai yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat, khususnya dalam menempatkan ilmu sebagai landasan dalam setiap langkah.
“Bagi kita semua, Habib Saggaf bukan sekadar seorang ulama. Beliau adalah sosok yang telah memberikan keteladanan yang begitu besar dalam kehidupan kita,” ujar Anwar.
Ia mengatakan, salah satu warisan terpenting yang ditinggalkan Al-Habib Saggaf adalah bagaimana ilmu harus menjadi panglima dalam kehidupan.
Karena itu, Anwar mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi penerus, untuk menjadikan ilmu sebagai dasar dalam melakukan perubahan, membangun masyarakat, serta membawa Sulawesi Tengah menuju arah yang lebih baik.
“Sebagai orang yang mencintai dan menghormati Habib Saggaf, mari kita menjadikan ilmu sebagai panglima dalam setiap langkah kita,” katanya.
Kenangan Pertemuan Pertama pada 2007
Dalam kesempatan tersebut, Anwar Hafid juga membagikan kisah pribadinya saat pertama kali bertemu dengan Al-Habib Saggaf pada 2007.
Saat itu, Anwar datang ke kediaman Habib Saggaf untuk bersilaturahmi sekaligus berpamitan karena ingin mencalonkan diri sebagai Bupati Morowali.
Anwar mengaku saat itu belum mengenal Habib Saggaf secara dekat. Ia hanya mengetahui nama beliau dari cerita orang tuanya.
Dalam pertemuan tersebut, Anwar memperkenalkan dirinya sebagai anak dari Hafiz Habib, Ketua Komda Al-Khairaat Kabupaten Morowali.
Namun, selama perbincangan, Habib Saggaf tidak menanyakan maksud kedatangan Anwar.
Padahal, Anwar datang dengan maksud meminta doa dan restu untuk maju sebagai calon Bupati Morowali. Karena tidak ditanya, ia mengaku malu untuk menyampaikan maksud tersebut.
Saat hendak pulang, Anwar kemudian berpamitan. Namun, sebelum meninggalkan kediaman, Habib Saggaf berdiri dan menepuk pundaknya.
“Setelah Pilkada, kita urus Al-Khairaat,” kenang Anwar mengutip ucapan Habib Saggaf saat itu.
Ucapan tersebut membuat Anwar merenung. Sebab, menurutnya, Habib Saggaf tidak secara langsung mengatakan bahwa dirinya akan terpilih sebagai bupati.
Namun, setelah Pilkada, Anwar memahami bahwa pesan tersebut memiliki makna yang sangat dalam.
“Saya memahami bahwa kalimat sederhana itu ternyata mengandung makna yang sangat dalam. Seolah-olah beliau sudah mengetahui bahwa saya akan terpilih menjadi Bupati dan setelah itu saya diminta untuk bersama-sama mengurus dan membangun Al-Khairaat,” tuturnya.
Nasihat Habib Saggaf Saat Ingin Maju sebagai Gubernur
Anwar juga mengenang nasihat Habib Saggaf ketika dirinya berencana mencalonkan diri sebagai Gubernur Sulawesi Tengah pada 2020.
Saat itu, Habib Saggaf berpesan agar Anwar tidak meninggalkan DPR RI.
Namun, Anwar tetap berusaha untuk maju sebagai calon gubernur. Upaya tersebut pada akhirnya belum berhasil.
Setelah itu, Anwar mengaku kembali teringat pada nasihat Habib Saggaf.
Menurut Anwar, Habib Saggaf pernah menyampaikan bahwa setelah menyelesaikan perjalanan di DPR RI, dirinya akan menjadi Gubernur Sulawesi Tengah.
“Atas izin dan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala, apa yang beliau sampaikan itu kemudian menjadi kenyataan,” ujarnya.
Pengalaman tersebut, kata Anwar, semakin memperkuat keyakinannya terhadap kedalaman ilmu, pandangan, dan kebijaksanaan yang dimiliki Habib Saggaf.
Ulama dengan Pandangan Luas
Anwar menyebut Habib Saggaf sebagai ulama besar yang memiliki pandangan luas dan jauh ke depan.
Menurutnya, Habib Saggaf tidak hanya berbicara mengenai persoalan keagamaan, tetapi juga memberikan pandangan tentang pemerintahan, pembangunan daerah, serta pentingnya pendidikan dalam membangun masa depan bangsa.
“Bagi saya, Habib Saggaf bukan hanya seorang ulama, tetapi juga seorang teknokrat dalam pemikiran, seorang pembimbing yang mampu melihat persoalan umat dan pembangunan secara luas,” katanya.
Meski telah meninggalkan dunia secara fisik, Anwar menilai pemikiran dan keteladanan Habib Saggaf tetap hidup di tengah masyarakat.
“Nasihatnya masih kita ingat. Ajarannya masih kita jalankan. Keteladanannya masih kita wariskan. Dan perjuangannya masih harus kita lanjutkan,” tegasnya.
Dorong Al-Khairaat Semakin Besar
Dalam sambutannya, Gubernur juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melanjutkan perjuangan Al-Habib Saggaf melalui penguatan Al-Khairaat.
Ia menyebut keberadaan para penerus perjuangan Al-Khairaat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai yang telah diwariskan Habib Saggaf, termasuk melalui Ketua Utama Al-Khairaat, Habib Alwi bin Ali Al-Jufri.
Anwar mengajak pemerintah, dunia usaha, masyarakat, alumni, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh keluarga besar Al-Khairaat untuk bergandengan tangan menjadikan Al-Khairaat sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam yang semakin besar dan kuat di Indonesia.
“Kita ingin Al-Khairaat tidak hanya menjadi lembaga pendidikan yang besar secara jumlah, tetapi juga besar dalam kualitas, besar dalam kontribusi, dan besar dalam melahirkan generasi bangsa yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat serta daerah,” ujarnya.
Ia berharap dukungan seluruh pihak dapat memperkuat Al-Khairaat sebagai salah satu kekuatan penting dalam pembangunan sumber daya manusia dan kehidupan sosial-keagamaan di Indonesia.
“Mudah-mudahan, dengan kebersamaan dan dukungan semua pihak, Al-Khairaat ke depan dapat menjadi salah satu kekuatan besar dalam membangun Republik Indonesia yang kita cintai,” pungkasnya.
Di akhir sambutannya, Anwar Hafid menyampaikan pantun sebagai ungkapan penghormatan dan kerinduan kepada Al-Habib Saggaf bin Muhammad Al-Jufri.
Wahai orang tua agung penuh simpati,
Beliaulah Habib Saggaf bin Muhammad Al-Jufri.
Rindu dan cinta datang silih berganti,
Malam dan siang terus berganti,
Namun namamu tetap abadi,
Tak pernah terganti, tak pernah pergi,
Selamanya hidup di dalam hati.
Anwar kemudian mengajak seluruh jamaah untuk mendoakan Al-Habib Saggaf agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta menjadikan perjuangan dan keteladanannya sebagai inspirasi dalam kehidupan.***





