Kamis, 13 Agu 2026

Palu–Guangzhou Dibuka, Sulteng Bidik Lonjakan Investasi dan Perdagangan Internasional

Pemotongan pita sebagai tanda Penerbangan perdana atau Inaugural Charter Flight Palu–Guangzhou resmi dimulai. FOTO : BERANI MEDIA

PALU – Penerbangan langsung Palu–Guangzhou mulai membuka babak baru bagi perekonomian . Jalur udara internasional yang dioperasikan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tersebut diharapkan menjadi pintu masuk baru bagi investasi, perdagangan, pariwisata, serta kerja sama ekonomi antara Sulawesi Tengah dan Republik Rakyat Tiongkok.

Penerbangan perdana atau Inaugural Charter Flight Palu–Guangzhou resmi dilepas Gubernur Sulawesi Tengah di Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri, Palu, Kamis (6/8/2026).

Pembukaan rute tersebut dinilai strategis karena Guangzhou merupakan salah satu pusat perdagangan, industri, dan logistik terbesar di Asia. Dengan konektivitas langsung, mobilitas investor dan pelaku usaha dari kedua wilayah diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengatakan, hadirnya penerbangan internasional tersebut harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan dunia internasional terhadap Sulawesi Tengah.

“Ini adalah sejarah baru bagi Sulawesi Tengah. Penantian panjang masyarakat akhirnya terjawab. Melalui kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola bandara, Garuda Indonesia, dan semua pihak, malam ini kita berhasil membuka penerbangan internasional pertama dari Palu,” kata Anwar.

Menurut Anwar, penerbangan Palu–Guangzhou tidak boleh dipandang hanya sebagai tambahan konektivitas transportasi. Lebih jauh, rute tersebut harus mampu menciptakan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

Ia menyebut konektivitas internasional akan membuka peluang lebih luas bagi investasi, perdagangan, pariwisata, pendidikan hingga berbagai bentuk kerja sama antardaerah.

“Harapan kami sederhana, penerbangan ini terus berkembang, frekuensinya bertambah, investasinya meningkat, wisatawan semakin banyak datang, dan Sulawesi Tengah semakin dikenal dunia,” ujarnya.

Optimisme tersebut tidak terlepas dari posisi Sulawesi Tengah sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi dan aktivitas industri yang terus berkembang.

Selain sektor industri dan investasi, pemerintah daerah juga ingin menjadikan konektivitas udara sebagai sarana memperkenalkan potensi pariwisata dan kekayaan budaya Sulawesi Tengah kepada pasar internasional.

Anwar mengatakan Sulawesi Tengah memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang tidak kalah menarik dibandingkan daerah lain. Sejumlah situs purbakala dan warisan budaya bahkan memiliki kemiripan dengan peninggalan sejarah yang terdapat di sejumlah wilayah di Tiongkok.

“Kami ingin dunia mengenal Sulawesi Tengah, bukan hanya karena industrinya, tetapi juga karena pariwisata, budaya, dan warisan sejarahnya,” katanya.

Hubungan Sulawesi Tengah dengan sejumlah wilayah di Tiongkok juga telah diperkuat melalui kerja sama Sister Province dengan Provinsi Hainan dan Provinsi Sichuan.

Kedua provinsi tersebut, menurut Anwar, menyambut positif pembukaan akses penerbangan langsung ke Palu. Kondisi ini dinilai dapat memperkuat kerja sama yang sebelumnya telah dibangun melalui hubungan antarpemerintah daerah.

Dari sisi operator, Garuda Indonesia melihat pembukaan rute Palu–Guangzhou sebagai peluang untuk menghubungkan kawasan yang memiliki potensi ekonomi besar dengan pusat perdagangan internasional.

Wakil Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Thomas Sugiarto Oentoro mengatakan Guangzhou memiliki posisi penting dalam jaringan perdagangan, industri, dan logistik Asia.

“Rute ini bukan sekadar menambah jaringan penerbangan Garuda Indonesia. Kami ingin menghadirkan konektivitas yang mampu membuka peluang ekonomi baru dan memperkuat daya saing daerah,” ujarnya.

Thomas menambahkan, layanan charter tersebut menjadi bagian dari upaya Garuda Indonesia untuk beradaptasi dengan kebutuhan pasar sekaligus mendukung pengembangan ekonomi nasional.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah pun mulai menyiapkan langkah lanjutan agar pembukaan rute internasional tersebut tidak berhenti sebagai penerbangan perdana.

Anwar menyebut dalam waktu dekat China Southern Airlines dijadwalkan membuka penerbangan langsung Guangzhou–Palu. Sejumlah maskapai lainnya juga disebut tengah menjajaki kemungkinan membuka konektivitas menuju Malaysia dan India.

Jika terealisasi, bertambahnya rute internasional tersebut akan memperluas jaringan penerbangan Sulawesi Tengah sekaligus memperkuat posisi Palu sebagai salah satu simpul konektivitas internasional di kawasan Indonesia timur.

Pengembangan Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri juga terus didorong. Pemerintah daerah menyiapkan pengembangan infrastruktur, termasuk rencana perluasan landasan pacu agar bandara mampu melayani pesawat berbadan lebar serta mendukung kebutuhan penerbangan internasional di masa mendatang.

Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk mendukung penyelenggaraan embarkasi haji dari Sulawesi Tengah.

Dengan demikian, penerbangan Palu–Guangzhou menjadi lebih dari sekadar rute baru. Jalur tersebut menjadi bagian dari strategi Sulawesi Tengah untuk memperkuat konektivitas, menarik investasi, memperluas akses pasar, dan memperkenalkan potensi daerah ke dunia internasional.

Kini tantangannya adalah memastikan konektivitas tersebut diikuti dengan peningkatan aktivitas ekonomi sehingga manfaat penerbangan internasional benar-benar dirasakan oleh dunia usaha dan masyarakat Sulawesi Tengah.***