SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi terus mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi. Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, optimistis pembangunan sekolah yang menjadi bagian dari program pemerintah pusat tersebut dapat mulai direalisasikan tahun ini.
Rizal mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah pertemuan dengan Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, serta sejumlah pejabat kementerian terkait untuk memastikan kesiapan pembangunan Sekolah Rakyat di Sigi.
“Harapan saya, tahun ini juga kami sudah dibangunkan. Saya bersama Pak Kadis kurang lebih lima sampai enam kali bertemu dengan Pak Menteri, Wakil Menteri dan beberapa direktur di kementerian,” kata Rizal.
Menurutnya, pemerintah pusat melalui kementerian terkait juga telah beberapa kali meninjau langsung lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi. Hasil peninjauan menunjukkan lokasi tersebut dinilai layak untuk pembangunan.
Selain kesiapan lokasi, administrasi pertanahan juga telah diselesaikan. Lahan yang akan digunakan telah memiliki sertifikat yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Administrasi menyangkut lahan juga sudah selesai, sudah bersertifikat. Insyaallah tahun ini juga, kalau menurut saya dan Pak Kadis, paling lambat bulan Oktober sudah tender,” ujarnya.
Rizal berharap, dengan proses tender yang dapat dilaksanakan tahun ini, pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera dikerjakan sehingga pada tahun berikutnya sekolah tersebut sudah dapat menerima peserta didik baru.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin, khususnya yang masuk dalam kelompok desil 1 dan desil 2 berdasarkan data sosial ekonomi pemerintah.
“Yang diterima itu anak Sigi, mulai dari SD, SMP sampai SMA. Makanya saya akan melakukan pemeriksaan dan pendataan menyangkut desil 1 dan desil 2, miskin ekstrem dan miskin. Mereka yang terdaftar dalam data tersebut berhak untuk sekolah di situ,” jelasnya.
Fasilitas Lebih Lengkap dan Berbasis Digital
Rizal menilai Sekolah Rakyat memiliki konsep dan fasilitas yang berbeda dibandingkan sekolah umum. Selain menyediakan tempat tinggal yang layak bagi siswa, proses pembelajaran juga akan didukung teknologi modern.
Menurutnya, peserta didik nantinya akan menggunakan perangkat digital seperti laptop dan papan pembelajaran pintar dalam proses belajar mengajar. Para siswa juga akan mendapatkan seragam dan fasilitas pendukung lainnya.
“Ini luar biasa, membedakan dengan sekolah umum. Mereka tidur di tempat yang sangat layak. Dalam belajar mengajar sudah menggunakan digital, laptop dan smartboard untuk pembelajaran,” katanya.
Sekolah Rakyat juga akan dilengkapi dengan sarana olahraga yang dapat mendukung aktivitas siswa. Bahkan, Pemkab Sigi tengah mengupayakan penambahan lahan untuk pembangunan fasilitas olahraga berupa stadion.
Rizal menjelaskan, awalnya pemerintah daerah menyiapkan lahan seluas 10 hektare. Namun dalam prosesnya, lahan yang telah disiapkan dan bersertifikat saat ini baru sekitar 6 hektare.
Adanya informasi mengenai kebutuhan tambahan lahan sekitar dua hektare untuk pembangunan stadion membuat Pemkab Sigi berupaya mengembalikan luasan lahan menjadi sekitar 8 hektare.
“Kalau tambah lagi dua hektare, akan ada sarana olahraga berupa stadion. Saya upayakan dan berkoordinasi dengan bagian pemerintahan, Dinas Pendidikan dan Dinas PU,” ungkapnya.
Menurut Rizal, keberadaan stadion tidak hanya akan memberikan manfaat bagi siswa Sekolah Rakyat, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan masyarakat.
“Saya merasa rugi kalau tidak mengambil peluang ini, karena sarana olahraga itu nantinya mungkin juga bisa dipakai oleh masyarakat bersama-sama dengan anak-anak sekolah,” ujarnya.
Berharap Dukungan Pemerintah Pusat Berlanjut
Selain pembangunan Sekolah Rakyat, Rizal juga berharap pemerintah pusat terus memberikan dukungan terhadap peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Sigi.
Ia menyebut masih terdapat sejumlah sekolah yang membutuhkan perbaikan maupun penambahan fasilitas. Bantuan yang telah diberikan pemerintah akan dilaksanakan oleh masing-masing sekolah berdasarkan data dan perencanaan dari Dinas Pendidikan.
Rizal meminta agar seluruh proses pembangunan memperhatikan kualitas dan pengawasan sehingga hasil pekerjaan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.
“Sekolah itu mereka sendiri yang pakai, maka kualitas harus diutamakan. Kalau bisa jangan pakai kayu lagi, sudah ada baja ringan yang lebih bagus dan lebih kuat,” tegasnya.
Ia berharap tahun depan kembali terdapat bantuan dari pemerintah pusat untuk pembangunan maupun peningkatan fasilitas pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP di Kabupaten Sigi.
Atas dukungan tersebut, Bupati Sigi menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Sosial, Menteri Pekerjaan Umum, DPRD, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, serta seluruh pihak yang turut mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi.
Rizal menegaskan, kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan menjadi langkah penting pemerintah dalam membuka akses pendidikan yang lebih layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sigi.***





