SIGI – Kehadiran Jembatan Garuda di Desa Bahagia, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, membawa perubahan bagi aktivitas masyarakat, terutama para petani yang selama ini menghadapi keterbatasan akses menuju persawahan dan perkebunan.
Jembatan yang dibangun Kodim 1306/Kota Palu tersebut resmi diresmikan Komandan Korem (Danrem) 132/Tadulako, Brigjen TNI Suntara Wisnu Budi Hidayanta, Jumat (21/8/2026).
Sebelum jembatan dibangun, warga harus menyeberangi sungai untuk mencapai lahan pertanian mereka. Kondisi itu menjadi persoalan ketika debit air meningkat atau terjadi banjir, karena warga harus mengambil jalur memutar melalui kawasan pasar.
Kepala Desa Bahagia, Jagi Hadisparto, mengatakan kondisi tersebut selama ini cukup menyulitkan masyarakat yang sebagian besar menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.
“Kalau mau ke persawahan dan perkebunan, masyarakat menyeberangi sungai. Tapi kalau banjir, harus melewati pasar dan mutar jalan,” ungkap Jagi.
Menurutnya, sekitar 90 persen masyarakat Desa Bahagia bekerja sebagai petani, baik di sektor hortikultura, persawahan maupun perkebunan.
Dengan adanya Jembatan Garuda, akses menuju lahan pertanian kini menjadi lebih mudah. Jalur tersebut juga menjadi penghubung menuju wilayah lain, termasuk arah Desa Tanah Harapan.
“Alhamdulillah, dengan adanya bantuan TNI, manfaatnya lebih besar. Memudahkan akses hasil pertanian oleh petani dan masyarakat di sekitarnya,” katanya.
Jagi menyebut Desa Bahagia saat ini dihuni 303 kepala keluarga atau sekitar 1.039 jiwa yang tersebar di enam RT dan dua dusun.
Desa tersebut merupakan kawasan transmigrasi yang mulai dihuni sekitar 1965 dengan jumlah awal sekitar 80 kepala keluarga. Seiring perkembangan waktu, kawasan itu tumbuh dan kini dihuni oleh generasi penerus para transmigran.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada TNI yang telah membangun jembatan tersebut karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Terima kasih kepada TNI. Saya mewakili seluruh masyarakat Desa Bahagia mengucapkan banyak terima kasih,” ujarnya.
Sementara itu, Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Suntara Wisnu Budi Hidayanta mengatakan pembangunan Jembatan Garuda bukan sekadar menyediakan akses penghubung bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.
“Ini akan mempermudah akses, mendekatkan ke titik-titik perekonomian, mungkin juga mendekatkan ke titik-titik fasilitas umum, pelayanan sosial maupun ke titik-titik pendidikan,” kata Suntara.
Ia berharap keberadaan jembatan tersebut dapat meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di Desa Bahagia.
“Semoga dapat mempermudah, meningkatkan semangat dan kesejahteraan masyarakat sini, dan tentunya meningkatkan kebahagiaan Desa Bahagia ini,” ujarnya.
Dengan akses yang semakin terbuka, masyarakat berharap mobilitas hasil pertanian dari lahan menuju pusat-pusat ekonomi dapat berlangsung lebih cepat dan lancar. Jembatan Garuda pun diharapkan menjadi salah satu penunjang berkembangnya aktivitas ekonomi masyarakat Desa Bahagia.
Turut hadir dalam peresmian tersebut Sekda Sigi Nuim Hayat, Anggota DPRD Sigi Dini, Wakapolres Sigi Kompol Wawan Sutiyono, Pabung Sigi Mayor Inf Tarno, Kasi Intel Kejari Sigi Resky Andri Ananda, masyarakat sekitar serta sejumlah tamu undangan lainnya.***





