Selasa, 6 Okt 2026
Daerah  

Manfaatkan Waktu Tunggu, Puskesmas di Sigi Kini Dilengkapi Pojok Literasi

Kepala Dinas Perpustakaan Sigi, Imron Noor. FOTO : MEGALIT

SIGI – Waktu menunggu antrean pelayanan kesehatan di Puskesmas kini dimanfaatkan Pemerintah untuk mendorong budaya membaca masyarakat. Melalui kerja sama Dinas Perpustakaan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi, pojok literasi mulai dihadirkan di sejumlah Puskesmas.

Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Sigi, , mengatakan penyediaan pojok literasi merupakan bagian dari kerja sama yang dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) dengan Dinas Kesehatan.

Menurutnya, keberadaan pojok literasi di Puskesmas memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengisi waktu selama menunggu antrean pelayanan kesehatan dengan membaca.

“Dinas Kesehatan kita MoU mengenai pojok baca. Jadi di lingkungan semua Puskesmas itu ada pojok baca untuk menunggu antrean,” kata Imron.

Sejauh ini, pojok literasi telah hadir di UPT Puskesmas Gimpu, Puskesmas Dolo, Puskesmas Kaleke, Puskesmas Marawola, dan Puskesmas Kinovaro.

Imron menjelaskan, keberadaan pojok literasi di fasilitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu langkah untuk mendekatkan akses bacaan kepada masyarakat. Aktivitas membaca tidak hanya dilakukan di sekolah maupun perpustakaan, tetapi juga dapat dilakukan di ruang-ruang pelayanan publik.

“Kita ingin bagaimana masyarakat ketika menunggu antrean bisa memanfaatkan waktunya untuk membaca,” ujarnya.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan minat baca dan mendukung pengurangan buta aksara di masyarakat. Menurut Imron, penguatan budaya literasi membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Dinas Kesehatan.

Dengan adanya pojok literasi, masyarakat tidak hanya mendapatkan pelayanan kesehatan, tetapi juga memiliki kesempatan menambah pengetahuan melalui bahan bacaan yang tersedia sembari menunggu antrean.

Dinas Perpustakaan Kabupaten Sigi berkomitmen terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas akses literasi dan menghadirkan ruang baca yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Ini bagian dari upaya kita meningkatkan daya baca masyarakat,” kata Imron.