Selasa, 6 Okt 2026
Daerah  

BAZNAS Sigi Dorong Pedagang Kecil Naik Kelas Lewat Tambahan Modal Usaha

Foto bersama penyerahan bantuan modal usaha melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Umat oleh BAZNAS Kabupaten Sigi usai upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman Kantor Bupati Sigi, Senin (17/8/2026). FOTO : MEGALIT

SIGI – Bantuan modal usaha bagi pedagang kecil menjadi salah satu cara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mendorong masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi.

Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Umat, BAZNAS Sigi memberikan tambahan modal kepada 20 penjual sayur di pasar. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp500 ribu yang diharapkan dapat digunakan untuk menambah modal dan mengembangkan usaha.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan usai upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman Kantor , Senin (17/8/2026).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh , , dan . Tiga penerima hadir dalam penyerahan simbolis tersebut mewakili 20 penerima bantuan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sigi, H.M. As’ad Syukur, mengatakan pemberian modal usaha merupakan bagian dari upaya BAZNAS mengubah pola bantuan dari sekadar memenuhi kebutuhan sesaat menjadi dukungan yang dapat membantu masyarakat meningkatkan penghasilan.

“Memang jumlahnya tidak besar, tetapi kita berharap modal tersebut dapat membantu meningkatkan usahanya sedikit demi sedikit,” ujar As’ad.

Menurutnya, para penjual sayur merupakan bagian dari pelaku usaha kecil yang membutuhkan tambahan modal agar aktivitas perdagangan mereka dapat terus berjalan dan berkembang.

Melalui tambahan modal tersebut, BAZNAS berharap penerima tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan perputaran usaha sehingga memiliki pendapatan yang lebih baik.

As’ad menjelaskan, pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu fungsi penting BAZNAS selain memberikan bantuan konsumtif kepada masyarakat yang menghadapi kondisi darurat, bencana maupun musibah.

“BAZNAS memiliki dua fungsi utama. Pertama, membantu masyarakat yang membutuhkan secara konsumtif. Kedua, melalui program pemberdayaan ekonomi, kita memberikan tambahan modal kepada masyarakat agar mereka bisa bangkit,” jelasnya.

Program serupa sebelumnya telah diberikan kepada 10 orang dalam rangka Hari Ulang Tahun Kabupaten Sigi. BAZNAS Sigi juga berencana melanjutkan penyaluran bantuan secara bertahap kepada pedagang di Pasar Dolo dan Pasar Biromaru.

Cakupan program selanjutnya akan diperluas secara bertahap ke pasar-pasar lainnya di Kabupaten Sigi.

As’ad menegaskan, pemberdayaan ekonomi umat tidak berhenti pada penyaluran modal. BAZNAS ingin bantuan tersebut menjadi pemicu agar penerima mampu membangun kemandirian ekonomi.

“Insyaallah, program ini akan terus dilanjutkan. Ini merupakan bagian dari tugas dan amanah yang diberikan negara kepada BAZNAS,” katanya.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi titik awal bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk meningkatkan kondisi ekonominya.

“Kita hadir untuk membantu mereka yang lemah agar bisa bangkit dan menjadi lebih mandiri,” tegasnya.

Dengan pendekatan tersebut, BAZNAS Sigi berharap zakat yang dihimpun dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mendorong penerima memiliki usaha dan sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan.

“Harapannya, bantuan yang diberikan tidak hanya menyelesaikan kebutuhan sesaat, tetapi juga mampu membuka peluang bagi masyarakat untuk memiliki usaha, meningkatkan pendapatan, dan pada akhirnya dapat hidup lebih mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.***