Lomba Bertutur Sigi, Cara Cerdas Latih Literasi Anak

  • Whatsapp
Lomba Bertutur tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) di Gedung Ampera, Desa Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru, Rabu (6/5/2026). FOTO : DISKOMINFO SIGI,

SIGI – Di tengah derasnya arus digitalisasi, Pemerintah Kabupaten Sigi memilih cara berbeda untuk memperkuat kemampuan literasi anak, yakni melalui pendekatan budaya. Hal ini terlihat dalam pelaksanaan Lomba Bertutur tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) di Gedung Ampera, Desa Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa penguatan literasi tidak harus selalu melalui buku teks semata, tetapi juga bisa dikemas melalui media cerita rakyat yang lebih dekat dengan kehidupan anak-anak.

Sebanyak 29 peserta tampil membawakan kisah-kisah tradisional dengan penuh ekspresi dan kreativitas. Peningkatan jumlah peserta dibanding tahun sebelumnya menandakan semakin besarnya minat pelajar terhadap kegiatan literasi yang dikemas secara menarik.

Kepala Dispusip Kabupaten Sigi, Imron Noor, mengatakan bahwa lomba bertutur merupakan sarana efektif untuk mengasah kemampuan berpikir, berbahasa, dan berkomunikasi anak secara bersamaan.

“Di sini anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga memahami isi cerita, lalu menyampaikannya kembali dengan gaya mereka sendiri. Ini melatih kepercayaan diri sekaligus daya pikir kritis,” jelasnya.

Ia menambahkan, di era digital saat ini, anak-anak perlu dibekali kemampuan literasi yang kuat agar tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menyaring dan menyampaikan informasi dengan baik.

Mengusung tema “Melalui Bertutur Kita Lestarikan Budaya dan Tingkatkan Literasi Anak”, kegiatan ini sekaligus menjadi upaya menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya lokal agar tetap hidup di tengah generasi muda.

Ketua TP-PKK Kabupaten Sigi yang juga Bunda Literasi, Siti Halwiah, menekankan bahwa literasi memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tangguh dan berkarakter.

“Literasi bukan hanya soal membaca, tetapi bagaimana anak mampu memahami, berpikir, dan mengekspresikan gagasannya. Bertutur adalah salah satu cara efektif untuk itu,” ujarnya.

Ia juga mengajak para peserta untuk menjadikan pengalaman ini sebagai langkah awal dalam mengembangkan potensi diri.

“Keberanian tampil hari ini adalah modal besar untuk masa depan,” pesannya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Sigi berharap lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik, berpikir kritis, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal.***

Pos terkait