Rabu, 14 Okt 2026

Bupati Sigi Dorong Danau Lindu Jadi Destinasi Wisata Nasional Berbasis Konservasi dan Budaya

Pembukaan Festival Danau Lindu 2026 di Desa Tomado, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Kamis malam (23/7/2026). FOTO : MEGALIT

SIGI – , , menegaskan komitmennya menjadikan sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional melalui pengembangan pariwisata yang berpijak pada kelestarian lingkungan dan penguatan identitas budaya lokal.

Komitmen tersebut disampaikan saat membuka Tahun 2026 yang mengusung tema “Lindu The Majestic Land”, di Desa Tomado, Kecamatan Lindu, , Kamis malam (23/7/2026).

Festival Danau Lindu 2026 merupakan bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN), program unggulan Kementerian Pariwisata yang menjadi ajang promosi destinasi wisata dan budaya unggulan Indonesia.

Menurut Bupati Rizal, Danau Lindu merupakan anugerah alam yang memiliki panorama indah sekaligus kekayaan budaya yang layak diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia maupun mancanegara.

 

“Melalui festival ini, kita ingin memperkenalkan keindahan alam, kekayaan budaya, serta kearifan lokal masyarakat Lindu kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Ia menilai pengembangan sektor pariwisata harus menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah karena mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

“Pariwisata tidak hanya menghadirkan wisatawan, tetapi juga membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan pada akhirnya mendorong kesejahteraan bersama,” katanya.

Karena itu, Bupati mengajak pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat untuk berkolaborasi membangun sektor pariwisata Kabupaten Sigi.

Rizal berharap Festival Danau Lindu terus berkembang menjadi agenda wisata nasional yang mampu menarik lebih banyak wisatawan setiap tahunnya. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat, terutama dalam pembangunan infrastruktur dan promosi pariwisata, menjadi faktor penting untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa pengembangan wisata Danau Lindu tidak boleh mengesampingkan aspek konservasi. Sebab, kawasan tersebut berada di dalam Taman Nasional Lore Lindu yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi dan menjadi bagian dari cagar biosfer dunia.

“Kami berharap masyarakat di sekitar kawasan konservasi tetap dapat meningkatkan kesejahteraannya tanpa mengabaikan pelestarian hutan dan lingkungan,” ujarnya.

Dalam rangkaian Festival Danau Lindu 2026, Pemerintah Kabupaten Sigi juga akan menggelar lokakarya yang membahas pelestarian lingkungan dan penguatan budaya lokal. Kegiatan itu diharapkan mampu melahirkan gagasan untuk memperkuat identitas budaya Sigi sebagai daya tarik wisata.

“Budaya adalah ruh dari pariwisata. Karena itu, kita harus bersama-sama menggali dan memperkuat identitas budaya Kabupaten Sigi agar memiliki ciri khas yang dikenal luas,” tutur Rizal.

Ia menambahkan, Kabupaten Sigi memiliki kekayaan alam yang disebutnya sebagai “emas hijau”, yakni hutan, lingkungan, dan sektor pertanian yang harus dijaga sebagai modal pembangunan berkelanjutan.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sigi menargetkan daerah tersebut menjadi ikon pariwisata alam sekaligus pusat pertanian organik yang mampu mendukung ketahanan pangan nasional.

Menurut Rizal, sinergi antara sektor pariwisata, pertanian, dan UMKM akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat perekonomian daerah.

Ia pun optimistis Festival Danau Lindu yang digelar secara konsisten setiap tahun akan menjadi motor penggerak kemajuan pariwisata Kabupaten Sigi sekaligus memperkuat posisi daerah tersebut sebagai salah satu destinasi unggulan di Sulawesi Tengah.***