SIGI – Festival Danau Lindu Tahun 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal Kabupaten Sigi kepada masyarakat nasional maupun internasional.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sigi, Jufrin, saat memberikan sambutan selaku Ketua Panitia pada pembukaan Festival Danau Lindu 2026 yang merupakan bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, di Desa Tomado, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Kamis (23/7/2026).
Dalam sambutannya, Jufrin mengatakan terpilihnya Festival Danau Lindu sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara merupakan sebuah kehormatan sekaligus kepercayaan yang harus dijaga bersama. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa Kabupaten Sigi memiliki potensi pariwisata yang layak dipromosikan, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional.
“Terpilihnya Festival Danau Lindu sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara 2026 merupakan sebuah kehormatan sekaligus kepercayaan yang harus kita jaga bersama. Hal ini menjadi bukti bahwa Kabupaten Sigi memiliki potensi pariwisata yang sangat besar dan layak diperkenalkan di tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Jufrin.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan Festival Danau Lindu berlandaskan berbagai regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, Keputusan Menteri Pariwisata Republik Indonesia tentang Karisma Event Nusantara Tahun 2026, serta Peraturan Daerah Kabupaten Sigi mengenai pembangunan kepariwisataan dan pengelolaan Danau Lindu.
Menurut Jufrin, kawasan Lindu merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Sigi yang berada di kawasan Cagar Biosfer Taman Nasional Lore Lindu. Kawasan tersebut memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, panorama alam yang memukau, serta kekayaan adat dan budaya yang tetap terjaga.
Festival Danau Lindu 2026 mengusung tema “Lindu The Majestic Land: Merayakan Warisan Peradaban”, yang menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sigi dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan berbasis alam, seni, budaya, dan kearifan lokal. Melalui tema tersebut, pemerintah berharap sektor pariwisata mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Festival ini bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi sarana promosi daerah yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata, UMKM, seni, dan budaya,” katanya.
Festival Danau Lindu 2026 berlangsung selama tiga hari, 23–25 Juli 2026, dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari prosesi adat, wisata alam, atraksi seni dan budaya, olahraga wisata, seminar lingkungan, pameran UMKM, telusur kopi dan kakao, karnaval budaya, hingga lomba kuliner tradisional.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman terbaik bagi para pengunjung sekaligus memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian budaya dan lingkungan di kawasan Danau Lindu.
Pada kesempatan itu, Jufrin juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sigi, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, unsur Forkopimda, perangkat daerah, pemerintah Kecamatan Lindu, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, panitia, sponsor, mitra kerja, relawan, serta seluruh masyarakat Kecamatan Lindu yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Festival Danau Lindu Tahun 2026.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga Festival Danau Lindu Tahun 2026 dapat terselenggara dengan baik. Semoga dedikasi yang diberikan menjadi amal ibadah dan membawa manfaat bagi kemajuan pariwisata Kabupaten Sigi,” tutupnya.***







