Rabu, 26 Agu 2026

SATRIA Sulteng Dirikan Posko dan Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Sigi

Ketua SATRIA Sulteng, Mohamad Irwan Lapatta, menyerahkan bantuan kepada korban gempa di Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, pada Selasa (16/6/2026) malam. FOTO : IST

SIGI – Satuan Relawan Indonesia Raya (SATRIA) Provinsi bergerak cepat mendirikan posko bencana dan menyalurkan bantuan bagi warga terdampak tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang dan Kota Palu pada Selasa (16/6/2026).

Posko bencana tersebut didirikan di Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, salah satu wilayah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa.

Ketua SATRIA Sulawesi Tengah, , mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi pada malam hari dengan membawa bantuan darurat berupa 300 dus air mineral, 100 dus mi instan, serta lima unit lampu penerangan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat yang berada di pengungsian.

“Malam ini kami bersama teman-teman SATRIA Sulteng mengantar bantuan ke Kecamatan Nokilalaki. Bantuan yang dibawa berupa sekitar 300 dus air mineral, 100 dus mi instan, dan lima lampu penerangan. Ini merupakan kebutuhan yang sifatnya mendesak dan harus segera disalurkan kepada masyarakat terdampak,” ujar Irwan.

Selain menyalurkan bantuan, SATRIA Sulteng juga mendirikan posko sebagai pusat koordinasi relawan dan distribusi logistik.

Menurut Irwan, keberadaan posko tersebut bertujuan mempercepat penyaluran bantuan kepada warga terdampak tanpa harus menunggu proses administrasi yang panjang.

“Kami langsung mendirikan Posko Bencana SATRIA Sulteng agar relawan yang datang bisa segera menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Pendataan tetap dilakukan, tetapi fokus utama kami saat ini adalah memastikan kebutuhan darurat masyarakat dapat segera terpenuhi,” katanya.

Irwan menjelaskan, bantuan yang disalurkan pada malam itu masih merupakan tahap awal. SATRIA Sulteng bersama Andi Agtas Foundation juga tengah mengupayakan tambahan bantuan air bersih yang menjadi kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat terdampak.

“Insya Allah pada Rabu besok kami mengupayakan bantuan air bersih melalui sekitar 30 mobil tangki. Rencananya, 15 mobil tangki akan disalurkan ke dan 15 mobil tangki lainnya ke Kecamatan Nokilalaki,” jelasnya.

Ia menilai kebutuhan utama masyarakat pascagempa saat ini adalah air bersih dan makanan siap konsumsi. Karena itu, berbagai pihak diharapkan dapat bergotong royong membantu percepatan penanganan bencana.

Irwan juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Sigi yang langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.

“Atas nama SATRIA Sulteng, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Sulawesi Tengah dan Bapak Bupati Sigi yang bergerak cepat meninjau lokasi dan menangani dampak bencana,” tuturnya.

Ia menambahkan, dukungan juga datang dari sejumlah tokoh Partai Gerindra, di antaranya Menteri Hukum dan HAM Supratman Andi Agtas, Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Tengah Longki Djanggola, serta Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar yang terus memantau perkembangan situasi di lapangan.

Irwan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan saling membantu di tengah situasi darurat pascagempa.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak panik. Mari saling membantu dan bergotong royong menghadapi situasi ini hingga kondisi kembali normal,” imbaunya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Kamarora A, Remon, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan SATRIA Sulteng kepada masyarakat terdampak.

“Kami sangat berterima kasih kepada SATRIA Sulteng yang sudah hadir membantu masyarakat. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat gempa,” ujarnya.

Menurut Remon, selain kebutuhan air bersih, warga juga sangat membutuhkan terpal untuk tempat berlindung sementara karena banyak rumah mengalami kerusakan berat.

“Yang paling mendesak saat ini selain air bersih adalah terpal. Banyak rumah warga yang rusak sehingga masyarakat membutuhkan tempat berteduh sementara,” katanya. ***