Sabtu, 22 Agu 2026

Polres Sigi Kembangkan Bawang Putih, Dorong Ketahanan Pangan dari Lahan Pertanian

Program nasional Penanaman Bawang Putih Serentak yang digelar di 17 provinsi di Desa Oloboju, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Rabu (19/8/2026). FOTO : HUMAS POLRES SIGI

SIGI – Upaya memperkuat ketahanan pangan tidak hanya dilakukan melalui peningkatan produksi komoditas pangan utama, tetapi juga dengan mengembangkan komoditas strategis seperti bawang putih. Di Kabupaten Sigi, menyiapkan lahan pertanian untuk mendukung program penanaman bawang putih secara berkelanjutan.

Langkah tersebut ditandai dengan Penanaman Bawang Putih Serentak di lahan seluas 1,2 hektar di Desa Oloboju, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program nasional Penanaman Bawang Putih Serentak yang digelar di 17 provinsi dan terhubung melalui Zoom Meeting. Program tersebut dipimpin langsung Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dari Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Di , kegiatan dipimpin Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Nasri, S.I.K., M.H. Turut hadir perwakilan Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah, Mohamad Rizal Intjenae, S.Sos., M.Si., perwakilan Forkopimda Kabupaten Sigi, serta para pejabat utama Polda Sulawesi Tengah.

, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan, pengembangan bawang putih menjadi salah satu bentuk keterlibatan Polri dalam mengoptimalkan potensi pertanian daerah.

Menurutnya, Sigi memiliki potensi pertanian yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Polri hadir bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga turut mengambil bagian dalam mendukung ketahanan pangan. Kami berharap pengembangan bawang putih ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Kari Amsah Ritonga.

Di Kabupaten Sigi, Polres Sigi menyiapkan total lahan seluas 4,95 hektare untuk pengembangan bawang putih. Sementara di wilayah lain, Polres Poso menyiapkan 5 hektare dan Polres Parigi Moutong 2,25 hektare.

Dengan demikian, total lahan pengembangan bawang putih yang disiapkan di Sulawesi Tengah mencapai 12,2 hektare.

Untuk memperkuat produktivitas petani, Kapolda Sulawesi Tengah juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara simbolis kepada masyarakat Desa Oloboju.

Bantuan tersebut terdiri atas tiga unit hand tractor dan 20 unit power sprayer. Peralatan itu diharapkan dapat membantu pengolahan lahan sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian masyarakat.

Selain pengembangan komoditas pertanian, kegiatan tersebut juga diisi dengan aksi sosial. Sebanyak 300 paket bantuan sosial diserahkan kepada masyarakat, sementara pelayanan pengobatan gratis diikuti sekitar 200 warga.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan juga dibarengi dengan upaya memberikan pelayanan dan kepedulian secara langsung kepada masyarakat.

Secara nasional, program penanaman bawang putih Polri mencakup lahan seluas 279,5 hektare dengan target produksi sekitar 2.795 ton.

Program tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian potensial, meningkatkan produksi bawang putih dalam negeri, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah maupun impor.

Kapolres Sigi menegaskan, keberlanjutan program membutuhkan kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, kelompok tani dan masyarakat.

“Sinergi menjadi kunci agar potensi pertanian yang ada dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan,” katanya.

Melalui pengembangan bawang putih tersebut, Polres Sigi berharap sektor pertanian tidak hanya menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Sigi.***