Rabu, 2 Sep 2026

Polres Sigi Ingatkan Warga, Jangan Buka Lahan dengan Cara Membakar

Kapolres Sigi, AKBP Kari Amsah Ritonga bersama Ketua DPRD Sigi, Minhar Tjeho, Kasat Pol PP dan Damkar, Mohammad Ambar Mahmud Kadis DLH, Heru Murtanto serta Unsur Forkopimda saat melakukan pengecekan peralatan dalam Penanggulangan Karhutla Tahun 2026 yang digelar di Halaman Mako Polres Sigi, Senin (31/8/2026). FOTO : MEGALIT

SIGI – Kepolisian Resor (Polres) Sigi mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar di tengah kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan ().

mengatakan, penggunaan api untuk membuka lahan dapat memicu kebakaran yang lebih luas apabila tidak segera dikendalikan.

Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melakukan pemadaman apabila menemukan titik api di sekitar lahan maupun kawasan permukiman.

“Imbauan saya kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena cuaca ekstrem. Bila ada api, segera dilakukan pemadaman sedini mungkin sehingga tidak membesar dan membahayakan lingkungan,” kata Kari Amsah.

Menurutnya, kebakaran tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan asap yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Salah satu risiko yang perlu diantisipasi adalah gangguan pernapasan akibat paparan asap kebakaran.

Polres Sigi juga memastikan akan melakukan penindakan apabila ditemukan pihak yang sengaja melakukan pembakaran lahan. Namun, proses hukum akan didahului dengan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran dan unsur kesengajaan.

“Jika ditemukan pelaku pembakaran, kami akan melakukan tindakan tegas. Namun, terlebih dahulu kami akan melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah pembakaran tersebut dilakukan secara sengaja,” tegasnya.

Kari Amsah menambahkan, langkah pencegahan terus dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat. Edukasi tersebut antara lain disampaikan melalui maklumat Kapolda bersama pemerintah daerah mengenai bahaya cuaca ekstrem dan pola bercocok tanam yang lebih aman.

Di sisi lain, Polres Sigi telah menyiapkan kekuatan personel untuk menghadapi potensi Karhutla di sejumlah wilayah. Sebanyak 546 personel Polres Sigi disiagakan dan akan diperkuat unsur TNI serta stakeholder lainnya.

Secara keseluruhan, kekuatan gabungan yang terlibat dalam penanganan Karhutla mencapai sekitar 1.000 personel, termasuk unsur pemerintah daerah, Satpol PP, Damkar, BPBD, Dinas Kesehatan, hingga relawan desa.

Kesiapsiagaan tersebut telah diawali dengan apel untuk mengecek personel dan sarana prasarana pendukung.

“Kita bukan hanya sendiri, tetapi bersama stakeholder terkait, yaitu TNI, Kodim 1306, kemudian Pemda, khususnya Satpol PP dan Damkar, BPBD, Dinas Kesehatan, serta relawan yang ada di desa-desa,” ujarnya.

Sementara itu, penanganan kebakaran di telah dilakukan oleh personel gabungan. Polisi, TNI dan relawan setempat turun langsung melakukan pemadaman.

Upaya pemadaman turut terbantu hujan yang turun di wilayah tersebut pada malam hari.

Meski sarana dan prasarana dinilai cukup memadai, kondisi geografis masih menjadi tantangan dalam menjangkau sejumlah wilayah, terutama kawasan pegunungan seperti Marawola Barat.

“Untuk di Sigi cukup memadai, khususnya di lembah. Tetapi bila ke daerah pegunungan seperti Marawola Barat, sangat susah menjangkaunya, sehingga memang harus dilakukan secara manual,” katanya.

Polres Sigi menilai pencegahan Karhutla tidak dapat hanya mengandalkan aparat. Kesadaran masyarakat untuk tidak menggunakan api dalam membuka lahan serta kecepatan dalam melaporkan dan memadamkan titik api menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar.***