Jumat, 4 Sep 2026

Anwar Hafid Dorong Pembinaan Sepak Bola Sulteng Berjenjang

Piala Soeratin 2026 Resmi Dibuka

Gubernur Sulteng Anwar Hafid secara resmi membuka Kompetisi Piala Soeratin U-15 dan U-17 Seri Sulawesi Tengah yang memperebutkan Piala Gubernur Sulawesi Tengah di Lapangan Sepak Bola Gawalise, Tipo, Kota Palu, Rabu (2/9/2026). FOTO : BERANI MEDIA

PALU – Gubernur resmi membuka Kompetisi Piala Soeratin U-15 dan U-17 Seri Sulawesi Tengah yang memperebutkan Piala Gubernur Sulawesi Tengah di Lapangan Sepak Bola Gawalise, Tipo, Kota Palu, Rabu (2/9/2026).

Pembukaan kompetisi turut didampingi Ketua KONI Sulawesi Tengah . Piala Soeratin Seri Sulawesi Tengah berlangsung pada 2 hingga 8 September 2026 dengan pertandingan dipusatkan di Lapangan Gawalise Tipo dan Lapangan Nunu.

Sebanyak 19 tim ambil bagian dalam kompetisi tahun ini. Mereka akan bersaing pada kelompok usia U-15 dan U-17 untuk memperebutkan kesempatan mewakili Sulawesi Tengah pada kompetisi tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung di Bogor pada 12 September 2026.

Gubernur Anwar Hafid mengatakan, Piala Soeratin tidak boleh dipandang sebatas ajang perebutan gelar juara. Kompetisi tersebut harus menjadi bagian dari sistem pembinaan sepak bola usia muda yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Ke depan, pembinaan seperti yang kita lakukan hari ini harus dilakukan secara berjenjang. Saya berharap teman-teman Askab dan Askot juga dapat melakukan kegiatan di masing-masing daerah, sehingga pada waktunya nanti kita bisa mempertemukan pemain-pemain terbaik dari 13 kabupaten dan kota serta klub-klub yang ada di Sulawesi Tengah,” ujar Anwar Hafid.

Menurutnya, pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan akan membuat Sulawesi Tengah tidak lagi bergantung pada pembentukan tim secara instan ketika menghadapi kejuaraan. Sebaliknya, daerah harus memiliki sistem pembinaan yang mampu melahirkan pemain berkualitas sejak usia dini.

“Kita ingin mendapatkan pemain yang benar-benar lahir dari rahim Sulawesi Tengah sendiri, seperti Witan Sulaeman dan pemain-pemain lainnya yang mampu mengharumkan nama daerah,” katanya.

Anwar menilai sepak bola bukan hanya olahraga yang bergengsi, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk membangun masa depan. Karena itu, ia meminta seluruh pemain memanfaatkan kompetisi tersebut untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membentuk mental sebagai atlet profesional.

“Kepada anak-anakku sekalian, bertandinglah dengan penuh sportivitas. Terus asah kemampuan, keahlian, dan skill. Dengan latihan yang sungguh-sungguh, kalian semua memiliki kesempatan untuk menjadi pemain sepak bola yang andal,” pesannya.

Dorong Persiapan Menuju PON 2028

Gubernur juga meminta pembinaan sepak bola mendapat perhatian lebih serius dan dilakukan secara terencana. Ia secara khusus meminta Ketua KONI Sulawesi Tengah memberikan perhatian terhadap pengembangan sepak bola sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Menurutnya, Sulawesi Tengah harus menyiapkan atlet secara lebih dini sehingga ketika menghadapi PON tidak sekadar datang untuk berpartisipasi, tetapi mampu bersaing dan menyumbangkan prestasi bagi daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Anwar Hafid juga menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memberikan dukungan dana pembinaan kepada tim Sulawesi Tengah yang nantinya berangkat mewakili daerah pada kompetisi tingkat nasional.

Dukungan itu menjadi bagian dari komitmen dalam memberikan ruang, kesempatan, dan dukungan kepada pemain-pemain muda agar terus berkembang.

Penyelenggaraan Piala Soeratin juga dinilai menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem kompetisi sepak bola usia muda di Sulawesi Tengah. Pasalnya, kompetisi usia dini yang berlangsung secara rutin masih membutuhkan penguatan agar bakat-bakat potensial dapat terpantau dan berkembang secara maksimal.

Saat ini, Sulawesi Tengah memiliki 53 klub sepak bola, terdiri dari 52 klub Liga 4 amatir dan satu klub profesional, Donggala United yang berlaga di Liga 3. Namun, kompetisi usia muda yang digelar secara rutin masih terbatas.

Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, Askab, Askot, KONI, sekolah, klub, serta seluruh insan sepak bola untuk membangun sistem kompetisi yang berjenjang mulai dari tingkat daerah hingga provinsi.

Anwar menegaskan, pembinaan tidak boleh berhenti setelah satu turnamen selesai. Kompetisi harus terus digulirkan agar semakin banyak anak-anak Sulawesi Tengah mendapatkan kesempatan bertanding dan menunjukkan kemampuan terbaik.

“Yang kita bangun bukan hanya kejuaraan untuk mencari siapa yang menjadi juara hari ini. Yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak kita benar-benar dibina untuk menjadi atlet yang profesional,” tegasnya.

Kepada para wasit dan perangkat pertandingan, Gubernur juga meminta agar menjalankan tugas secara profesional sehingga tercipta pertandingan yang baik sekaligus memberikan ruang bagi pemain muda untuk berkembang.

Usai menyampaikan sambutan, Anwar Hafid secara resmi membuka Kompetisi Piala Soeratin U-15 dan U-17 Seri Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 yang memperebutkan Piala Gubernur Sulawesi Tengah.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Kompetisi Piala Soeratin U-15 dan U-17 Seri Provinsi Sulawesi Tengah memperebutkan Piala Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, dengan resmi saya nyatakan dibuka. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memajukan sepak bola kita,” ucapnya.

Melalui Piala Soeratin 2026, Sulawesi Tengah diharapkan tidak hanya menemukan pemain terbaik untuk berlaga di tingkat nasional, tetapi juga mulai membangun pola pembinaan sepak bola yang berkelanjutan.

Dari kompetisi usia muda inilah diharapkan lahir lebih banyak talenta yang kelak mampu membawa nama Sulawesi Tengah bersaing di panggung sepak bola Indonesia.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *