Sabtu, 15 Agu 2026

Task Force Investasi Sulteng–UEA Segera Dibentuk, Empat Sektor Prioritas Disiapkan

Pertemuan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido dengan Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri, di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (4/8/2026). FOTO : BERANI MEDIA

PALU – Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) sepakat mempercepat penjajakan investasi melalui pembentukan task force atau tim bersama yang akan mengawal realisasi kerja sama di sejumlah sektor strategis.

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan Gubernur Sulawesi Tengah bersama Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido dengan Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri, di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (4/8/2026).

Duta Besar UEA, Abdulla Salem AlDhaheri, mengatakan pembentukan task force menjadi langkah awal agar pembahasan investasi tidak berhenti pada tahap penjajakan, tetapi dapat segera diwujudkan dalam bentuk kerja sama konkret.

“Kami akan membentuk task force untuk fokus pada sektor-sektor prioritas. Ini penting agar peluang investasi dapat ditindaklanjuti secara konkret dan terarah,” ujarnya.

Menurutnya, Sulawesi Tengah memiliki potensi besar yang menarik perhatian investor UEA. Sejumlah sektor dinilai memiliki prospek tinggi untuk dikembangkan melalui kemitraan strategis.

“Kami melihat banyak peluang investasi yang dapat dikembangkan bersama. Fokus kami antara lain pada sektor pertanian, energi, kelapa sawit, perikanan, pariwisata, serta mineral,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak dijadwalkan menggelar pertemuan lanjutan di Jakarta untuk mempresentasikan lebih rinci empat sektor prioritas yang akan menjadi fokus pembahasan, yakni mineral, energi terbarukan, perkebunan kelapa sawit, dan perikanan.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyambut positif komitmen Pemerintah Uni Emirat Arab dalam menjajaki investasi di daerah tersebut. Ia menilai kunjungan Dubes UEA menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan investor internasional terhadap potensi Sulawesi Tengah.

“Alhamdulillah, ini kunjungan yang sangat berarti. Kami melihat keseriusan dari Dubes UEA dalam menjajaki potensi investasi di Sulawesi Tengah. Banyak hal strategis yang telah dibahas, dan insya Allah akan segera kami tindaklanjuti secara konkret,” kata Anwar.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah siap memberikan dukungan penuh bagi investor yang ingin berinvestasi, termasuk melalui penyediaan infrastruktur pendukung, kemudahan perizinan, hingga pengembangan energi terbarukan di kawasan industri.

“Kami terus mendorong transisi energi di kawasan industri serta menyiapkan berbagai kemudahan bagi investor. Ini bagian dari upaya kami menciptakan iklim investasi yang kondusif,” jelasnya.

Selain empat sektor prioritas, Pemprov Sulawesi Tengah juga menawarkan peluang investasi di bidang kesehatan melalui pembangunan rumah sakit bertaraf internasional guna memperkuat layanan kesehatan di kawasan Indonesia timur.

Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen kedua belah pihak untuk mempererat kerja sama investasi yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan mempercepat pembangunan di Sulawesi Tengah.***