SIGI – Satu unit rumah milik Moh. Rifai Pandolele (49), warga Desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, ludes terbakar pada Minggu (11/10/2026). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 11.00 WITA itu diduga dipicu korsleting kabel listrik di bagian atas lantai dua rumah.
Kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan beserta sejumlah barang berharga milik korban. Kerugian materiil akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp500 juta. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Berdasarkan keterangan saksi, Rusdin Pandolele (62), kakak korban, kebakaran diketahui saat dirinya sedang berada di kamar mandi. Ia mendengar teriakan warga dari luar rumah, kemudian keluar dan mendapat informasi bahwa bagian lantai dua rumah adiknya terbakar.
Rusdin kemudian menuju lantai dua dan mendapati api telah membesar. Ia bersama warga sekitar berupaya memadamkan kobaran api, tetapi api terus membesar. Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran diduga bermula dari korsleting kabel listrik di bagian atas rumah.
Personel piket Polsek Biromaru bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 11.05 WITA dan tiba pada pukul 11.10 WITA. Selanjutnya, petugas pemadam kebakaran Kabupaten Sigi dan Kota Palu tiba sekitar pukul 11.20 WITA untuk melakukan pemadaman.
Setelah berjibaku memadamkan api, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api sekitar pukul 11.28 WITA.
Peristiwa kebakaran di kawasan padat penduduk tersebut kembali menyoroti pentingnya ketersediaan armada pemadam kebakaran yang memadai serta kecepatan penanganan untuk meminimalkan kerugian dan mencegah api merembet ke bangunan lain.
Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Sigi, Ilyas Nawawi, yang turut bergabung bersama warga membantu proses pemadaman, menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa korban.
“Ini musibah, kita sangat prihatin. Kita melihat sendiri bagaimana api begitu cepat menghanguskan rumah warga,” ujarnya.
Ilyas mengatakan, Fraksi NasDem DPRD Sigi selama ini konsisten menyuarakan penambahan armada mobil pemadam kebakaran dalam setiap pembahasan APBD maupun rapat dengar pendapat (RDP).
Menurutnya, kondisi geografis Kabupaten Sigi yang mencakup wilayah lembah, perbukitan hingga pegunungan membutuhkan dukungan armada pemadam kebakaran yang memadai, dengan penempatan unit berdasarkan zona agar jangkauan pelayanan lebih efektif.
“Dalam setiap pembahasan, baik rapat APBD maupun RDP, kami selalu menyuarakan penambahan unit mobil pemadam kebakaran. Kalau perlu, penempatannya per zona, karena kondisi wilayah Sigi memiliki tantangan tersendiri,” tegasnya.
Ia menilai, penambahan sedikitnya dua unit mobil pemadam kebakaran diperlukan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, terutama pada musim kemarau ketika respons cepat sangat dibutuhkan.
Ilyas juga mengapresiasi upaya petugas pemadam kebakaran Kabupaten Sigi dan Kota Palu yang telah datang ke lokasi untuk memadamkan api. Namun, ia berharap ke depan penanganan kebakaran dapat dilakukan lebih cepat, sigap, dan responsif.
“Dalam waktu sekitar 30 menit, satu rumah bisa habis dilahap api. Mobil pemadam yang datang tetap kita apresiasi, tetapi idealnya pada musim kemarau seperti sekarang, penanganan harus lebih sigap dan reaktif,” katanya.
Ia berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan penambahan armada pemadam kebakaran, termasuk pemerataan penempatannya sesuai kondisi geografis dan tingkat kerawanan kebakaran di Kabupaten Sigi.
Dengan ketersediaan armada yang memadai dan kesiapsiagaan petugas, penanganan kebakaran diharapkan semakin optimal sehingga keselamatan masyarakat dan aset warga dapat lebih terlindungi.***





