TOLITOLI – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tolitoli yang juga Ketua DPRD Tolitoli, Hj. Sriyanti Dg. Parebba, bersama Bupati Tolitoli, Hi. Amran Hi. Yahya, menghadiri pelatihan sekaligus pembentukan Palang Merah Remaja (PMR) Unit SMK Negeri 1 Dampal Selatan, 9–11 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, memperkuat kepedulian sosial, serta membangun kesiapsiagaan generasi muda dalam menghadapi berbagai situasi darurat, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Sriyanti Dg. Parebba mengapresiasi pelaksanaan pelatihan dan pembentukan PMR tersebut. Menurutnya, PMR memiliki peran penting sebagai wadah pembinaan generasi muda untuk menumbuhkan semangat sukarela, kedisiplinan, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap sesama.
“Kami dari PMI Kabupaten Tolitoli sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan dan pembentukan PMR Unit SMK Negeri 1 Dampal Selatan. Ini merupakan langkah positif untuk membentuk generasi muda yang peduli, disiplin, memiliki jiwa sukarela, serta siap membantu sesama tanpa membedakan latar belakang,” ujar Sriyanti.
Ia berharap, para anggota PMR tidak hanya memahami teori kepalangmerahan, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam memberikan pertolongan pertama, menjaga kesehatan, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“PMR bukan sekadar organisasi di sekolah, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan. Kami berharap para anggota PMR dapat menjadi pelopor gerakan kemanusiaan serta menjadi contoh yang baik bagi teman-temannya,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Tolitoli, Hi. Amran Hi. Yahya, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai pembinaan generasi muda melalui aktivitas kemanusiaan merupakan investasi penting bagi masa depan daerah.
“Saya mengapresiasi kegiatan pelatihan dan pembentukan PMR di SMK Negeri 1 Dampal Selatan. Kegiatan seperti ini sangat positif karena mendidik anak-anak kita agar memiliki kepedulian sosial, rasa tanggung jawab, semangat gotong royong, serta kepekaan terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya,” ujar Amran.
Menurutnya, generasi muda tidak hanya dituntut unggul dalam bidang akademik, tetapi juga perlu memiliki karakter yang kuat, berjiwa sosial, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Harapan kita, melalui PMR ini akan lahir generasi muda Tolitoli yang tangguh, peduli, dan siap berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan. Teruslah belajar, berlatih, dan tanamkan semangat membantu sesama sejak dini,” pesannya.
Pelatihan dan pembentukan PMR tersebut mencakup pembinaan di bidang kepalangmerahan, pertolongan pertama, pola hidup sehat, kesiapsiagaan bencana, serta penguatan kepedulian sosial di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, sinergi antara PMI, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan diharapkan semakin kuat dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki semangat kemanusiaan.
Pembentukan PMR Unit SMK Negeri 1 Dampal Selatan diharapkan menjadi awal lahirnya relawan-relawan muda yang siap bergerak, peduli terhadap sesama, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menutup pesannya, Sriyanti menegaskan bahwa semangat kemanusiaan harus diwujudkan melalui kepedulian, kebersamaan, dan tindakan nyata dalam membantu sesama.
“Salam Kemanusiaan, Salam Gotong Royong, Pemuda Bergerak, Kemanusiaan Menguat,” tegasnya. (TAM)





