SIGI – Kondisi jalan Trans Palu–Kulawi di Desa Sidondo 1, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, menjadi sorotan setelah warga menanam pohon pepaya di tengah badan jalan yang mengalami kerusakan.
Aksi tersebut menjadi gambaran keresahan masyarakat terhadap kondisi infrastruktur jalan yang dinilai sudah memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera.
Kerusakan pada ruas jalan yang menghubungkan wilayah Palu dan Kulawi tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pengguna jalan yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.
Ketua DPD PAN Kabupaten Sigi, sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Sigi, Ardiansyah, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, penanaman pohon pepaya di tengah jalan merupakan bentuk keresahan warga sekaligus kritik terhadap kondisi jalan yang belum mendapatkan penanganan sebagaimana yang diharapkan masyarakat.
“Saya sangat prihatin melihat kondisi jalan seperti ini. Masyarakat sampai menanam pohon pepaya di tengah jalan. Ini menunjukkan bahwa kondisi jalan memang sudah sangat memprihatinkan,” ujar Ardiansyah, Sabtu (29/8/2026).
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sigi bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dapat segera menyahuti aspirasi masyarakat dan mengambil langkah konkret untuk memperbaiki ruas Jalan Trans Palu–Kulawi tersebut.
Menurut Ardiansyah, perbaikan jalan harus menjadi perhatian serius mengingat ruas tersebut memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat, distribusi barang dan aktivitas ekonomi yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Sigi hingga kawasan Kulawi.
“Saya sangat berharap kepada Pemda Kabupaten Sigi dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah agar segera menyahuti permintaan masyarakat. Kalau memang kondisi jalannya sudah seperti ini, saya berharap sesegera mungkin dilakukan perbaikan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kondisi jalan yang rusak tidak hanya menyangkut kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berkaitan dengan keselamatan masyarakat yang melintas.
Ardiansyah meminta agar pemerintah tidak menunggu kondisi jalan semakin parah sebelum melakukan penanganan. Menurutnya, aspirasi masyarakat terkait perbaikan Jalan Trans Palu–Kulawi perlu menjadi perhatian dan ditindaklanjuti melalui langkah nyata.
“Masyarakat membutuhkan jalan yang layak dan aman untuk digunakan. Karena itu, kami berharap pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dapat berkoordinasi dan mencari solusi agar perbaikan jalan ini bisa segera direalisasikan,” pungkasnya.***





