SIGI – Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan waktu, proses yang terukur, serta kolaborasi dari berbagai pihak agar mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Rizal saat memberikan sambutan pada kegiatan groundbreaking Program Berani Lancar yang dirangkaikan dengan rekonstruksi Jalan Poros Palu–Kulawi serta pembangunan jalan dan jembatan di Sulawesi Tengah, yang dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Desa Kotapulu, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Minggu (7/6/2026).
Menurut Rizal, pembangunan infrastruktur tidak dapat diwujudkan secara instan karena harus melalui tahapan perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, ia meminta masyarakat untuk memahami proses yang sedang dijalankan pemerintah.
“Pembangunan itu ada tahapannya. Tidak bisa hari ini dijanjikan, besok langsung selesai. Ada proses administrasi, perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan yang harus dijalankan sesuai aturan,” ujarnya.
Rizal menjelaskan, pemerintah daerah saat ini terus berupaya menjawab berbagai kebutuhan masyarakat, terutama terkait pembangunan infrastruktur jalan yang selama ini menjadi salah satu kebutuhan utama warga di sejumlah wilayah Kabupaten Sigi.
Ia mengakui keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi tantangan dalam memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan secara bersamaan. Namun, pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dan membangun komunikasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk menghadirkan dukungan anggaran dan program pembangunan.
Dalam kesempatan itu, Rizal juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang menjadikan Kabupaten Sigi sebagai lokasi pelaksanaan groundbreaking Program Berani Lancar. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan komitmen pemerintah provinsi dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.
“Tidak ada pembangunan yang berhasil jika dikerjakan sendiri. Semua membutuhkan kerja sama, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, DPRD, pemerintah pusat, hingga masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi menjadi kunci utama dalam mendorong percepatan pembangunan di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi daerah. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung program pembangunan yang sedang berjalan.
Selain itu, Rizal juga mengingatkan pentingnya menyampaikan kritik secara objektif dan berdasarkan fakta. Menurutnya, masukan dari masyarakat sangat dibutuhkan sebagai bagian dari pengawasan, namun harus dibarengi dengan pemahaman terhadap kondisi dan kemampuan daerah.
“Kritik tentu diperlukan, tetapi mari sama-sama melihat fakta dan proses yang sedang berjalan. Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama mendorong pembangunan daerah agar terus bergerak maju,” ujarnya.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah akan terus fokus menghadirkan program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Ia berharap pembangunan jalan dan jembatan yang mulai dikerjakan melalui Program Berani Lancar dapat memperlancar mobilitas warga, membuka akses ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Yang dibutuhkan masyarakat adalah hasil kerja nyata. Karena itu kami akan terus berupaya menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
Groundbreaking Program Berani Lancar di Kabupaten Sigi menandai dimulainya sejumlah proyek pembangunan dan rekonstruksi jalan serta jembatan yang didanai Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas wilayah sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah di Sulawesi Tengah.***






