SIGI – Anggota DPRD Kabupaten Sigi sekaligus Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sigi, Ilyas Nawawi, mengajak dua tokoh daerah, Mohamad Rizal Intjenae dan Mohammad Irwan Lapatta, untuk mengedepankan sikap saling memaafkan demi menjaga persatuan masyarakat serta memastikan keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Sigi.
Menurut Ilyas, saling memaafkan akan menjadi teladan bagi masyarakat sekaligus menciptakan iklim yang kondusif sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
“Lebih bijak dan lebih terhormat apabila kedua tokoh ini saling memaafkan. Masyarakat membutuhkan contoh yang baik dari para pemimpinnya. Iklim yang kondusif merupakan modal fundamental dalam menggerakkan pembangunan di Kabupaten Sigi,” ujar Ilyas, Senin (6/7/2026).
Ia menilai, apabila perbedaan pandangan terus berlarut-larut, masyarakat berpotensi terbelah dan pada akhirnya menjadi pihak yang paling dirugikan.
“Saya mengimbau kepada semua pihak agar terus mendinginkan suasana. Sigi saat ini sedang berbenah dan berupaya mempercepat pembangunan. Jika masyarakat terbelah, yang dirugikan adalah kita semua,” katanya.
Ilyas menilai kedua tokoh tersebut telah memberikan kontribusi besar bagi Kabupaten Sigi. Menurutnya, Mohammad Irwan Lapatta berhasil meletakkan fondasi tata kelola pemerintahan yang baik selama memimpin daerah, sementara Mohamad Rizal Intjenae hadir dengan berbagai terobosan untuk melanjutkan pembangunan.
“Apabila kedua pemikiran besar ini dapat disatukan, saya yakin akan semakin menjamin kesinambungan pembangunan Kabupaten Sigi yang hingga kini masih terus dibenahi,” ungkapnya.
Politisi senior Kabupaten Sigi itu menegaskan bahwa perdamaian merupakan nilai luhur yang harus dikedepankan, terlebih di tengah kondisi masyarakat yang masih berupaya bangkit pascagempa.
“Damai itu indah. Kalau di dunia kita belum mendapatkan balasan atas kebaikan yang kita lakukan, saya yakin Allah akan memberikan balasan yang lebih baik di akhirat,” tuturnya.
Ilyas kemudian mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Ar-Rahman ayat 60 yang berbunyi, “Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula).”
Menurutnya, musibah gempa yang menimpa Kabupaten Sigi seharusnya menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk saling memaafkan, melakukan introspeksi, serta mengambil hikmah dari setiap peristiwa.
“Di tengah suasana daerah kita yang baru saja ditimpa gempa, inilah momen yang baik dan mulia untuk saling memaafkan, memperkuat persaudaraan, serta bersama-sama membangun Sigi yang lebih maju,” pungkasnya.
Sebelumnya, polemik antara Mohamad Rizal Intjenae dan Mohammad Irwan Lapatta menjadi perhatian publik setelah berujung pada proses hukum.
Mohammad Irwan Lapatta melalui tim kuasa hukumnya melaporkan Mohamad Rizal Intjenae ke Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah pada Jumat (3/7/2026) atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik.
Laporan tersebut berkaitan dengan pernyataan Mohamad Rizal Intjenae dalam sebuah sambutan yang menyinggung perkara yang pernah menyeret nama Iskandar dan Mohammad Irwan Lapatta terkait proyek pembangunan Jalan Sadaunta–Lindu dan Kalamanta–Batas.
Sampai dengan saat ini, laporan tersebut masih dalam tahap penanganan aparat penegak hukum. Belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, sehingga seluruh pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah serta menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.***






