Senin, 28 Sep 2026

DPRD Tolitoli Tinjau Ancaman Kekeringan, Serap Aspirasi Petani Bambapula

TOLITOLI – Komisi Gabungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tolitoli melakukan kunjungan kerja ke Desa Bambapula, Kecamatan Dampal Utara, Sabtu (29/8/2026), untuk meninjau langsung kondisi lahan persawahan yang menghadapi ancaman kekeringan.

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat kerja dalam mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap ketersediaan air bagi lahan pertanian, khususnya di wilayah Kecamatan Dampal Utara dan Dampal Selatan.

Dalam kunjungan itu, rombongan DPRD melihat kondisi persawahan sekaligus berdialog dengan para petani guna menyerap aspirasi dan mengetahui secara langsung berbagai kendala yang dihadapi terkait kebutuhan air untuk pertanian.

Rombongan Komisi Gabungan DPRD Tolitoli diterima Kepala Desa Bambapula, Camat Dampal Utara, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta pengurus Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Bambapula.

Wakil Ketua I DPRD Tolitoli, Risman, SE., MM., dari Fraksi Golkar, mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya DPRD memastikan persoalan kekeringan dapat diantisipasi sejak dini agar tidak berdampak lebih luas terhadap produksi pertanian dan kehidupan petani.

“Kami datang bukan hanya untuk melihat kondisi di lapangan, tetapi juga memastikan apa yang menjadi kebutuhan dan kendala petani. Persoalan kekeringan ini harus segera diantisipasi karena menyangkut keberlangsungan tanaman dan hasil produksi petani,” ujar Risman.

Menurutnya, berbagai persoalan dan aspirasi yang ditemukan selama kunjungan lapangan akan menjadi bahan DPRD untuk dibahas bersama pemerintah daerah dan instansi teknis terkait.

Risman menilai, penanganan persoalan kekeringan perlu dilakukan secara terencana sehingga tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pengairan lahan persawahan dalam jangka panjang.

“Aspirasi petani akan kami bawa ke dalam pembahasan bersama pemerintah daerah. Kami ingin ada langkah konkret, terutama terkait ketersediaan air untuk lahan persawahan. Jangan sampai petani sudah menanam, tetapi kemudian mengalami gagal panen karena persoalan air,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, pemerintah desa, BPP, P3A dan kelompok petani dalam menghadapi ancaman kekeringan.

Menurut Risman, koordinasi antarpihak diperlukan untuk memastikan persoalan pengairan dapat ditangani sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Kunjungan tersebut diharapkan menjadi dasar bagi DPRD Tolitoli dalam mendorong langkah penanganan serta kebijakan yang tepat untuk menjaga ketersediaan air dan produktivitas pertanian, khususnya di wilayah Kecamatan Dampal Utara dan Dampal Selatan.(TAM)