SIGI – Anggota DPRD Kabupaten Sigi, Irma Haflianty Yangka, melaksanakan Reses Masa Sidang Ketiga Tahun Sidang 2025–2026 untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat di tiga desa.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Namo, Kecamatan Kulawi, Desa Gimpu, Kecamatan Kulawi Selatan, serta Desa Mapahi, Kecamatan Pipikoro.
Dalam rangkaian reses tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan yang masih dihadapi di wilayah mereka. Dua aspirasi yang paling banyak disoroti yakni kebutuhan penyediaan air bersih serta peningkatan akses jalan usaha tani.
Di Desa Namo, masyarakat menyampaikan kebutuhan terhadap sarana dan prasarana air bersih yang memadai. Ketersediaan air bersih dinilai menjadi kebutuhan dasar yang sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat.
Selain persoalan air bersih, warga juga mengusulkan peningkatan infrastruktur jalan usaha tani. Kondisi akses menuju kawasan pertanian menjadi salah satu kendala masyarakat dalam mengangkut hasil produksi dari kebun maupun lahan pertanian.
Keluhan serupa juga disampaikan masyarakat di Desa Gimpu dan Desa Mapahi. Warga berharap aspirasi yang disampaikan dalam kegiatan reses tersebut dapat diperjuangkan melalui pembahasan dan penganggaran di tingkat pemerintah daerah.
Irma Haflianty Yangka mengatakan, reses merupakan kesempatan bagi anggota DPRD untuk turun langsung ke tengah masyarakat sekaligus mengetahui secara nyata kebutuhan dan persoalan yang dihadapi warga di daerah pemilihan.
Menurutnya, berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan untuk diperjuangkan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran pemerintah daerah.
“Reses ini menjadi ruang bagi kami untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan akan kami catat dan menjadi bahan untuk diperjuangkan,” ujarnya.
Ia menilai persoalan air bersih dan akses jalan usaha tani perlu mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat serta aktivitas ekonomi warga yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sementara jalan usaha tani sangat penting untuk mendukung aktivitas petani, terutama dalam mengangkut hasil pertanian,” katanya.
Irma berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah pedesaan, khususnya daerah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menyampaikan aspirasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun DPRD agar setiap persoalan dapat dicarikan solusi secara bertahap.
Hasil reses tersebut selanjutnya akan menjadi bagian dari bahan pembahasan DPRD Sigi dalam menjalankan fungsi penganggaran dan pengawasan, sekaligus memperjuangkan program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.***





