TOLITOLI – DPRD Kabupaten Tolitoli menyoroti dugaan pelanggaran petunjuk teknis (juknis) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Rabu (4/3/2026).
Dalam rapat tersebut, Wakil ketua komisi B DPRD Tolitoli, Taufik SE, mempertanyakan kualitas menu MBG yang dinilai belum memenuhi standar gizi, khususnya selama bulan Ramadan.
Ia mencontohkan menu yang disajikan di salah satu dapur MBG yang hanya terdiri dari ubi jalar, kacang goreng, abon, dan kurma.
Menurutnya, dengan anggaran sekitar Rp15.000 per porsi, menu yang disajikan seharusnya sudah memenuhi unsur gizi seimbang, meliputi karbohidrat, protein, sayur, dan buah.
Selain kualitas menu, DPRD juga menyoroti proses pengadaan bahan baku yang dinilai belum melibatkan petani dan pelaku usaha lokal secara maksimal.
Padahal, program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian lokal.
DPRD Tolitoli pun meminta pihak SPPG melakukan evaluasi menyeluruh agar pelaksanaan Program MBG berjalan sesuai ketentuan serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat di daerah tersebut.
Menanggapi hal itu, pihak SPPG menyatakan akan menindaklanjuti seluruh masukan yang disampaikan DPRD dan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program agar ke depan dapat berjalan lebih baik. (Rustam)






