TOLITOLI – Kehadiran Sentral Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di Kelurahan Sidoarjo, Kabupaten Tolitoli, membawa angin segar bagi para nelayan.
Fasilitas ini mempermudah akses terhadap bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi (Biosolar) yang selama ini menjadi kebutuhan utama untuk melaut.
SPBUN yang hadir melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolitoli dengan pengusaha lokal tersebut kini menjadi solusi atas kesulitan nelayan dalam memperoleh BBM. Sebelumnya, nelayan harus mengantre di SPBU umum dengan waktu yang tidak menentu, sehingga kerap menghambat aktivitas melaut.
Aco (45), salah satu nelayan asal Tolitoli, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya SPBUN. Ia menyebut, akses BBM kini menjadi lebih mudah dan terjangkau.
“Alhamdulillah, sekarang kami tidak lagi kesulitan mendapatkan solar. Ini sangat membantu operasional kapal saat melaut,” ujarnya.
Meski memberikan kemudahan, penyaluran BBM bersubsidi tetap mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah. Nelayan diwajibkan melengkapi dokumen kapal sebagai syarat untuk mendapatkan barcode dari Dinas Perikanan Tolitoli.
“Barcode itu disesuaikan dengan kapasitas mesin kapal dan digunakan saat pembelian solar di SPBUN,” jelas Aco.
Pemilik SPBUN, Hi Alimuddin, menegaskan bahwa kehadiran fasilitas tersebut bertujuan membantu nelayan memperoleh BBM dengan lebih mudah dan tepat sasaran.
“Ini bentuk dukungan kami agar nelayan tidak lagi kesulitan mendapatkan solar, sehingga aktivitas melaut bisa berjalan lancar,” katanya.
Ia juga memastikan harga solar yang dijual tetap mengacu pada ketentuan pemerintah, yakni Rp6.800 per liter tanpa adanya pungutan tambahan.
“Untuk harga, kami patuh sesuai aturan pemerintah, tidak ada tambahan biaya,” tegasnya.
Dalam operasionalnya, SPBUN menyalurkan sekitar 32.000 liter solar per minggu atau setara 128.000 liter per bulan. Penyaluran dilakukan sekitar empat kali dalam sepekan, dengan masing-masing distribusi mencapai 8.000 liter untuk memenuhi kebutuhan ratusan nelayan di Tolitoli.
Dengan hadirnya SPBUN ini, diharapkan produktivitas nelayan semakin meningkat dan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat pesisir di Kabupaten Tolitoli. (RTM)






