Gubernur Anwar Hafid Tegaskan Infrastruktur Tetap Jadi Prioritas Meski Anggaran Terbatas

  • Whatsapp
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid. FOTO : MEGALIT

SIGI – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur meskipun dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri groundbreaking Program Berani Lancar untuk rekonstruksi Jalan Poros Palu–Kulawi serta pembangunan jalan dan jembatan di Sulawesi Tengah yang dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Desa Kotapulu, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Minggu (7/6/2026).

Dalam sambutannya, Anwar Hafid menekankan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, melainkan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam mengelola dan mengembalikan manfaat dana rakyat kepada masyarakat.

“Ini bukan untuk popularitas atau mencari simpati. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada rakyat bahwa dana yang dikelola harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan,” tegasnya.

Menurut Anwar, salah satu kewajiban utama pemerintah provinsi adalah memastikan kondisi jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan provinsi tetap terjaga dan terus ditingkatkan. Karena itu, pembangunan sejumlah ruas strategis, termasuk Jalan Poros Palu–Kulawi, menjadi prioritas pemerintah daerah.

Ia menjelaskan bahwa proyek yang dimulai tersebut mencakup berbagai ruas jalan provinsi di sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah sebagai upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Meski demikian, Anwar mengakui bahwa pelaksanaan pembangunan saat ini dilakukan dalam situasi fiskal yang tidak mudah. Ia menyebut APBD Provinsi Sulawesi Tengah mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya, sementara beban belanja daerah terus meningkat.

“Kami melakukan berbagai penyesuaian, mengurangi belanja yang tidak langsung menyentuh masyarakat seperti perjalanan dinas dan biaya operasional. Tujuannya agar anggaran pembangunan tetap tersedia untuk rakyat,” ujarnya.

Untuk memastikan pembangunan tetap berjalan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga mengambil langkah pembiayaan melalui skema kontrak tahun jamak (multi years). Menurutnya, kebijakan tersebut ditempuh agar pembangunan infrastruktur strategis tidak tertunda meskipun kemampuan anggaran daerah terbatas.

Anwar mengibaratkan peran pemerintah seperti orang tua dalam sebuah keluarga yang harus tetap memenuhi kebutuhan anak-anaknya meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi.

“Jalan harus tetap dibangun, masyarakat harus tetap mendapatkan pelayanan, anak-anak harus tetap sekolah. Itu tanggung jawab pemerintah sebagai pelayan rakyat,” katanya.

Selain pembangunan jalan provinsi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga terus mendorong pembukaan akses jalan yang menghubungkan wilayah-wilayah potensial. Salah satunya adalah rencana pembukaan jalur yang menghubungkan Kabupaten Sigi dengan wilayah lain untuk membuka akses ekonomi baru dan mengurangi keterisolasian sejumlah kawasan.

Anwar menilai Kabupaten Sigi memiliki posisi strategis sebagai daerah penyangga Kota Palu. Karena itu, peningkatan konektivitas menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan kawasan sekaligus memperluas aktivitas ekonomi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan proyek agar kualitas pekerjaan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

“Kalau ada pekerjaan yang dianggap tidak sesuai, laporkan. Proyek ini milik rakyat, sehingga rakyat juga berhak mengawasi,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Anwar meminta dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar program pembangunan yang sedang dijalankan dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi kemajuan Sulawesi Tengah.

“Sekarang saatnya kita bersatu membangun daerah. Mari sama-sama menjaga dan mendukung pembangunan ini demi masa depan Sulawesi Tengah yang lebih maju,” pungkasnya.

Diketahui program ini menjadi salah satu langkah besar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mempercepat konektivitas antarwilayah, membuka akses daerah terpencil, memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan pertambangan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

Pembangunan yang dimulai tahun ini mencakup 24 paket pekerjaan jalan dan jembatan yang tersebar di Kabupaten Sigi, Tolitoli, Morowali Utara, Poso, Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Buol, Parigi Moutong, Morowali, Tojo Una-Una, dan Donggala. Beberapa ruas strategis yang menjadi prioritas antara lain Palu–Kulawi di Kabupaten Sigi, Simpang Lampasio–Muliasari di Kabupaten Tolitoli, Pape–Tomata dan Beteleme–Nuha di Morowali Utara, Tonusu–Meko dan Meko–Pendolo di Kabupaten Poso, Pangkalaseang–Balantak–Sobol, Poh–Siuna–Mayayap–Bualemo, serta Balingara–Longge Atas–Dataran Bulan di Kabupaten Banggai, hingga Sabang–Baas di Kabupaten Banggai Kepulauan dan Muliasari–Kokobuka–Air Terang–Kalikulango di Kabupaten Buol.

Selain rekonstruksi jalan provinsi, program ini juga mencakup pembangunan dan rehabilitasi sejumlah jalan desa, pembukaan akses baru antarkawasan, serta penggantian dan pembangunan jembatan yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat di berbagai daerah.

Usai menyampaikan sambutan, Gubernur Anwar Hafid secara resmi memulai pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur jalan dan jembatan yang dibiayai melalui APBD Provinsi Sulawesi Tengah sebagai bagian dari Program Berani Lancar. Proyek tersebut ditargetkan menjadi penggerak konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Sulawesi Tengah dalam beberapa tahun ke depan.***

 

Pos terkait