Matangkan Sekolah Rakyat, Pemkab Sigi Fokus Validasi Data dan Pemberdayaan

  • Whatsapp
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae bersama Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi dan Sekretaris Daerah Sigi, Nuim Hayat saat memberikan keterangan terkait program Sekolah Rakyat, di Sentra Nipotowe, Desa Kalukubula, Senin (20/4/2026). FOTO : MEGALIT

SIGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi terus mematangkan persiapan program Sekolah Rakyat dengan menitikberatkan pada akurasi data serta pemberdayaan keluarga penerima manfaat.

Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menegaskan pemutakhiran data menjadi langkah krusial agar program berjalan tepat sasaran. Saat ini, pemerintah daerah tengah melakukan verifikasi menyeluruh terhadap calon penerima manfaat.

“Yang paling penting adalah memastikan data valid. Kita tidak ingin program ini salah sasaran,” ujar Rizal usai meninjau proses pembelajaran Sekolah Rakyat bersama Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, di lokasi rintisan Sentra Nipotowe, Desa Kalukubula, Senin (20/4/2026).

Proses pendataan melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Sosial, serta tim PKK. Tahap awal difokuskan di lima kecamatan dengan verifikasi langsung di lapangan.

Hasil sementara menunjukkan masih ditemukan data tidak relevan, seperti penerima yang telah meninggal dunia atau tidak lagi memenuhi kriteria. Temuan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk segera diperbaiki guna menjaga validitas data.

Di sisi lain, Rizal menegaskan Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan, tetapi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan yang terintegrasi. Peningkatan akses pendidikan, kata dia, harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi keluarga.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Sigi juga menggulirkan program pemberdayaan di sektor pertanian melalui bantuan bibit dan pupuk gratis bagi warga kurang mampu.

“Anak-anaknya kita sekolahkan, orang tuanya juga harus kita dorong agar mandiri secara ekonomi,” jelasnya.

Pemkab Sigi juga terus mengembangkan potensi lokal, salah satunya komoditas bawang yang mulai dipasarkan dengan identitas khas daerah, seperti bawang panggang dan bawang garing.

Sementara itu, Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, menegaskan pemerintah bersama pemerintah daerah mempercepat penyediaan lahan untuk pembangunan gedung sekolah permanen, mengingat Sekolah Rakyat saat ini masih berstatus rintisan dan belum memiliki bangunan tetap.

“Kita terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar pembangunan gedung permanen bisa segera dimulai tahun ini. Ini penting agar kapasitas penerimaan siswa ke depan dapat ditingkatkan,” tegasnya.

Dengan pendekatan terpadu tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.***

Pos terkait