SIGI,- Festival Danau Lindu, resmi masuk dalam salah satu kalender wisata dari 110 Karisma Event Nusantara (KEN) Tahun 2025 di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Penetapan itu melalui surat keputusan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Nomor SK/13/HK.01.02/MP/2025 tentangpenetapan 110 Karisma Event Nusantara Tahun 2025.
Karisma Event Nusantara merupakan salah satu strategi kolaborasi Kemenparekraf dengan daerah melalui penyelenggaraan event berkualitas yang bertujuan untuk mempromosikan destinasi pariwisata dan ekonomi kreatif, meningkatkan kunjungan wisatawan, pemberdayaan potensi lokal, serta memberikan dampak positif terhadap ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Penetapan itu juga ditandai dengan penyerahan piagam KEN oleh Kemenparekraf melalui Asisten Deputi Event Daerah, Kementerian Pariwisata, Reza Pahlevi kepada Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, di panggung Festival Danau Lindu, Jumat (18/7/2025) malam.
Dalam sambutannya, Asisten Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata Reza Pahlevi, mengapresiasi pemerintah Kabupaten Sigi atas komitmennya dalam membangun sektor pariwisata, salah satunya pelaksanaan event Festival Danau Lindu 2025.
“Selamat kepada Pemkab Sigi atas terpilihnya Festival Danau Lindu kedalam Kharisma Event Nusantara (KEN) tahun 2025,” katanya.
Reza mengungkapkan bahwa pelaksanaan event-event menjadi salah satu strategi yang cukup efektif dalam mendorong percepatan pembangunan pariwisata.
“Jadi saya pikir provinsi Sulteng ini khususnya Kabupaten Sigi sudah sangat tepat untuk dijadikan sebagai salah satu destinasi unggulan yakni Festival Danau Lindu,”ungkap Reza.
Reza juga menyebut, bahwa Kementerian Pariwisata akan terus mendukung agar event FDL harus terlaksana dengan baik dan meningkat kualitasnya di masa mendatang.
“Ke depan saya yakin semakin banyak pengunjung khususnya wisatawan Mancanegara,”sebutnya.
Sebab kata Reza, Festival Danau Lindu ini memiliki pesan yang sangat kuat yakni lestarikan alam dengan kearifan untuk masa depan yang berkelanjutan.Ia pun mengajak seluruh pihak mulai dari pemerintah kabupaten, dan provinsi termasuk masyarakat agar tetap melestarikan alam dengan kearifan di Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi pada pelaksanaan Festival Danau Lindu.
“Tentunya ini harus terus kita jaga bersama-sama dan ini juga sama dengan prinsip-prinsip pariwisata yakni yang menjunjung tinggi nilai-nilai keberlanjutan, budaya dan upaya melestarikan lingkungan,” ajak Reza.
Reza menjelaskan bahwa Kharisma Event Nusantara adalah salah satu program unggulan Kementerian Pariwisata yaitu menyeleksi mengkurasi event-event terbaik di seluruh Indonesia.
“Biasanya kami menerima hampir 400 usulan dan menetapkan 110 event terbaik, salah satunya adalah Festival Danau Lindu tahun 2025 ini,” ujarnya.
Menurut dia, di Provinsi Sulawesi Tengah ada empat yang masuk KEN yakni Festival Danau Lindu, Festival Danau Poso, Tumbe dan Festival Teluk Tomini.
“Sulteng ini menjadi salah satu daerah yang kaya dengan berbagai event, sehingga kami yakin dapat memberikan dampak luar biasa dan positif bagi pengembangan pariwisata khususnya di Sigi,” tuturnya.
Diketahui Festival Danau Lindu dirancang sebagai ruang apresiasi budaya yang menggabungkan seni tradisional, potensi wisata alam, serta kekuatan komunitas lokal.
FDL pun menjadi salah satu ikon budaya tahunan yang dinantikan masyarakat dan wisatawan termasuk menjadi momentum besar dalam mengangkat potensi lokal dan memperkuat semangat kebersamaan antar warga.
Festival Danau Lindu digelar selama 3 hari yakni sejak 18 hingga 20 Juli mendatang di Desa Tomado, kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi.***







