SIGI – Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, mengajak seluruh elemen pemerintah, aparat penegak hukum, TNI-Polri, serta masyarakat untuk bersinergi mendukung petani dalam mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Ajakan tersebut disampaikan Bupati Rizal Intjenae saat menghadiri kegiatan panen jagung bersama dalam Program Jaksa Mandiri Pangan di Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Jumat (23/1/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Nuzul Rahmat R, Ketua DPRD Kabupaten Sigi Minhar Tjeho, Kepala Kejaksaan Negeri Sigi M. Arya Rosyid, serta unsur Forkopimda Kabupaten Sigi.
Menurut Bupati Sigi, panen jagung tersebut merupakan bukti nyata komitmen bersama antara pemerintah daerah dan Kejaksaan dalam mendukung program nasional swasembada pangan, sejalan dengan arah kebijakan Presiden Republik Indonesia.
“Hari ini kita menyaksikan hasil penanaman yang dilakukan pada September 2025 lalu. Ini adalah wujud nyata komitmen kejaksaan dan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung swasembada pangan nasional,” ujar Rizal Intjenae.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan, TNI, Polri, penyuluh pertanian, serta seluruh kelompok tani yang telah berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Sigi. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam menjadikan Sigi sebagai daerah penghasil pangan strategis di Sulawesi Tengah.
“Sigi harus menjadi salah satu kabupaten penyangga pangan di Sulawesi Tengah, bahkan untuk Indonesia. Ini bisa terwujud jika semua pihak bersatu dan konsisten mendukung petani,” tegasnya.
Dalam arahannya, Bupati juga menyoroti potensi pertanian Kecamatan Dolo Barat yang dinilai sangat cocok untuk pengembangan komoditas jagung. Ia mendorong agar pengembangan jagung menjadi prioritas, sebelum penguatan sektor persawahan, guna memaksimalkan potensi lahan yang ada.
Selain jagung, Rizal Intjenae juga mengungkapkan rencana pengembangan sektor perkebunan, khususnya kakao dan kelapa, sebagai bagian dari program nasional hilirisasi komoditas perkebunan. Ia menyebut Kabupaten Sigi akan mendapatkan bantuan bibit kakao dalam jumlah besar untuk mendukung program peremajaan tanaman.
“Insyaallah Sigi akan mendapat bantuan sekitar 1,5 juta bibit kakao. Ini harus dikawal bersama, mulai dari distribusi hingga pemanfaatannya, agar benar-benar berdampak pada kesejahteraan petani,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya pengembangan hilirisasi kakao dan kelapa agar Kabupaten Sigi tidak hanya menjadi daerah penghasil bahan mentah, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Dalam konteks ekonomi makro, Bupati Rizal Intjenae mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas inflasi daerah. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan pangan lokal harus menjadi prioritas sebelum melakukan distribusi atau ekspor ke daerah lain.
“Kita penuhi dulu kebutuhan pangan masyarakat Sigi. Jika sudah aman, barulah kita berbicara distribusi ke daerah lain. Ini penting untuk menjaga inflasi dan stabilitas ekonomi daerah,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Sigi menyampaikan terima kasih atas dukungan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah dan seluruh unsur Forkopimda yang telah memberikan support terhadap penguatan sektor pertanian di Kabupaten Sigi.
“Dengan kebersamaan dan sinergi, saya yakin Sigi mampu menjadi contoh daerah penghasil pangan yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan di Sulawesi Tengah,” pungkasnya.***







