Paskah Nasional ke-5, Menag Sebut Sulteng Layak Jadi ‘Laboratorium Toleransi’

  • Whatsapp
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, bersama Gubernur Sulteng, Anwar Hafid. FOTO : MEGALIT

SIGI – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, mengapresiasi kuatnya semangat toleransi yang ditunjukkan masyarakat Sulawesi Tengah dalam perayaan Paskah Nasional ke-5 tahun 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Sigi dan Kota Palu, yang berlangsung penuh kebersamaan dan harmoni.

Hal tersebut disampaikan Nasaruddin Umar usai menutup rangkaian perayaan Paskah Nasional ke-5 di Lapangan Asrama Sat Brimob Polda Sulteng, Kabupaten Sigi, Ahad (26/4/2026) malam.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa keberagaman di Sulawesi Tengah dapat dirawat dengan baik melalui sikap saling menghormati antarumat beragama.

“Pada malam ini kita benar-benar merayakan perbedaan. Ini menjadi bukti bahwa Sulawesi Tengah bisa menjadi contoh daerah yang toleran, di mana seluruh lapisan masyarakat dan organisasi kemasyarakatan hadir dan bergotong royong menyukseskan kegiatan ini,” ujar Nasaruddin kepada awak media.

Ia menilai suasana yang tercipta sangat berkesan, terutama karena adanya sikap saling memberi ruang bagi umat beragama untuk menjalankan ibadah masing-masing, termasuk masjid di sekitar lokasi yang tetap diberi kesempatan untuk melaksanakan ibadah.

“Ini menunjukkan telah tumbuh kondisi yang sangat indah, di mana masyarakat hidup berdampingan dengan penuh rasa saling menghargai,” tambahnya.

Nasaruddin berharap capaian tersebut tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus ditingkatkan. Ia bahkan menyebut Sulawesi Tengah berpotensi menjadi “laboratorium toleransi” di Indonesia.

“Harapan kita, prestasi ini terus dijaga dan ditingkatkan. Sulteng bisa menjadi contoh dan laboratorium toleransi bagi daerah lain di Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengungkapkan rasa bangga dan bahagia atas suksesnya pelaksanaan perayaan Paskah yang berlangsung aman, lancar, dan penuh kedamaian.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah merupakan kehormatan besar yang harus dijaga bersama.

“Yang pertama tentu rasa bangga dan bahagia, karena kepercayaan diberikan kepada Sulawesi Tengah untuk melaksanakan Paskah yang berakhir dengan luar biasa damai,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran aktif seluruh elemen masyarakat yang bahu-membahu menjaga situasi tetap kondusif selama rangkaian kegiatan berlangsung.

“Seluruh elemen masyarakat turut bersama-sama mendukung dan menyukseskan kegiatan ini. Ini yang membuat kita sangat bangga,” tambahnya.

Gubernur berharap semangat kebersamaan dan toleransi yang telah terbangun dapat terus dipertahankan dan menjadi kekuatan utama dalam menjaga kerukunan di Sulawesi Tengah.

Perayaan Paskah tersebut menjadi momentum penting sekaligus simbol kuat dalam memperkuat persatuan di tengah keberagaman, serta meneguhkan komitmen masyarakat Sulawesi Tengah untuk menjaga kerukunan dan merawat nilai-nilai toleransi.***

Pos terkait