SIGI – Koordinator Pendataan Program Indonesia Pintar (PIP) Aspirasi Nilam Sari Lawira untuk Zona Kabupaten Sigi, Irma Haflianty Yangka, menyoroti proses pencairan dana PIP di Bank BRI Cabang Kulawi yang dinilai kerap berubah-ubah dan tidak konsisten.
Sorotan tersebut mencuat setelah sejumlah orang tua siswa penerima manfaat PIP menyampaikan keluhan terkait persyaratan pencairan dana yang dinilai tidak jelas dan sering berubah. Kondisi ini dianggap membingungkan serta merugikan masyarakat.
“Orang tua murid mengadu kepada saya karena setiap kali datang ke bank selalu ada aturan baru yang berbeda dari sebelumnya. Ada yang diminta dokumen tambahan, bahkan ada yang diminta datang kembali di hari lain tanpa penjelasan yang jelas,” ujar Irma, Kamis (8/1/2026).
Irma juga mengungkapkan adanya perbedaan perlakuan dalam proses pencairan dana PIP.
Menurutnya, sebagian orang tua siswa dapat mencairkan dana tanpa membawa dokumen tertentu, sementara yang lain justru diwajibkan melengkapi berbagai persyaratan tambahan.
“Hal ini menimbulkan keresahan di kalangan penerima manfaat. Akhirnya saya selaku Koordinator Pendataan PIP justru menjadi sasaran keluhan masyarakat, karena ada yang harus melengkapi syarat, sementara yang lain bisa mencairkan tanpa persyaratan yang sama,” jelasnya.
Ia menilai kondisi tersebut sangat menyulitkan masyarakat, khususnya warga yang tinggal di wilayah terpencil. Pasalnya, mereka harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk datang ke bank, mengeluarkan biaya transportasi, serta meninggalkan pekerjaan sehari-hari.
“Sebagian besar orang tua murid adalah petani dan masyarakat kecil. Mereka harus meninggalkan pekerjaan dan mengeluarkan ongkos transportasi, namun sering kali pulang tanpa hasil karena alasan administrasi yang terus berubah,” tambah Irma.
Padahal, Program Indonesia Pintar bertujuan membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengakses pendidikan.
Namun, Irma menilai tujuan tersebut tidak akan tercapai secara maksimal apabila proses pencairan justru mempersulit penerima manfaat.
Ia berharap Bank BRI Cabang Kulawi dapat memberikan kejelasan dan konsistensi dalam aturan pencairan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, Irma juga meminta adanya koordinasi yang lebih baik antara pihak bank, sekolah, dan pendamping PIP agar proses pencairan dana dapat berjalan tertib dan tidak menimbulkan polemik di lapangan.
Irma turut meminta pimpinan BRI Unit Kulawi untuk mengevaluasi kinerja petugas di lapangan, khususnya dalam memberikan pelayanan dan informasi yang jelas, konsisten, serta tidak membingungkan masyarakat penerima dana PIP.
“Harapan kami sederhana, aturan dibuat jelas sejak awal dan tidak berubah-ubah, sehingga masyarakat dapat mencairkan hak pendidikan anak-anak mereka tanpa hambatan,” pungkas Irma.***






