SIGI – Satuan Relawan Indonesia Raya (SATRIA) Sulawesi Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi. Setelah mendirikan posko dan menyalurkan bantuan darurat pada hari pertama pascabencana, SATRIA Sulteng kembali mengirimkan bantuan tambahan ke sejumlah wilayah terdampak, Rabu (17/6/2026).
Ketua SATRIA Sulteng, Mohamad Irwan Lapatta, turun langsung mengantarkan bantuan berupa dua unit genset, lima lembar terpal untuk kebutuhan tenda pengungsian, serta bantuan air bersih bagi warga yang hingga kini masih mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Bantuan air bersih yang difasilitasi Andi Agtas Foundation tersebut didistribusikan menggunakan tiga mobil tangki. Dua mobil tangki disalurkan ke Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, sementara satu mobil tangki lainnya dikirim ke Desa Sarumana.
Irwan mengatakan, bantuan tersebut merupakan respons atas kebutuhan mendesak masyarakat yang masih bertahan di tenda-tenda darurat akibat kerusakan rumah pascagempa.
“Kebutuhan masyarakat saat ini masih didominasi air bersih, penerangan, dan tempat berlindung sementara. Karena itu, kami kembali menyalurkan bantuan berupa genset, terpal, dan air bersih agar dapat dimanfaatkan langsung oleh warga terdampak,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan genset sangat penting untuk menunjang penerangan di lokasi pengungsian, terutama pada malam hari ketika sebagian wilayah masih mengalami keterbatasan fasilitas pendukung.
Selain itu, terpal yang disalurkan akan dimanfaatkan sebagai tempat berlindung sementara bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat maupun mereka yang masih khawatir kembali menempati rumah akibat gempa susulan.
Irwan menegaskan SATRIA Sulteng bersama para relawan dan mitra kemanusiaan lainnya akan terus mengawal penyaluran bantuan hingga kondisi masyarakat berangsur pulih.
“Bantuan akan terus kami salurkan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan. Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, komunitas, dunia usaha, serta para dermawan untuk bersama-sama membantu warga yang masih membutuhkan dukungan selama masa tanggap darurat.
Sementara itu, warga terdampak di Kecamatan Nokilalaki menyambut baik bantuan yang terus berdatangan. Kehadiran air bersih, genset, dan terpal dinilai sangat membantu masyarakat yang masih bertahan di pengungsian dan berupaya bangkit setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.
Dengan terus mengalirnya bantuan dari berbagai pihak, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi sembari menunggu proses pemulihan dan rehabilitasi pascabencana.***






