PALU – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Mei 2026, dinamika internal partai mulai menghangat.
Selain menguatnya dukungan kepada Anwar Hafid untuk kembali memimpin Demokrat Sulawesi Tengah, muncul pula sejumlah figur yang dinilai mampu memperkuat arah baru partai ke depan.
Salah satu nama yang kini mulai diperbincangkan adalah Abdurahman Thaha atau yang dikenal dengan sapaan ART. Sosok ART dinilai menjadi representasi regenerasi politik di tubuh Demokrat Sulawesi Tengah.
Sekretaris Jenderal GEMA Alkhairaat, Edi Setiawan, menilai kehadiran figur muda dalam struktur partai menjadi kebutuhan penting menghadapi tantangan politik yang semakin dinamis.
Menurut Edi, Demokrat Sulawesi Tengah membutuhkan sosok yang tidak hanya memiliki pengalaman politik, tetapi juga mampu membangun komunikasi lintas generasi dan memahami perkembangan politik modern.
“ART merupakan figur yang memiliki pengalaman, jaringan, dan kemampuan komunikasi yang baik. Beliau juga punya pengalaman politik di tingkat nasional yang tentu menjadi modal penting dalam memperkuat partai ke depan,” ujar Edi, Sabtu (9/5/2026).
Ia mengatakan, regenerasi di tubuh partai politik menjadi langkah penting agar organisasi tetap mampu mengikuti perkembangan zaman dan dekat dengan generasi muda.
Menurutnya, pengalaman ART sebagai anggota DPD RI menjadi nilai tambah karena dinilai memahami hubungan politik antara pusat dan daerah, sekaligus memiliki kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat.
“Ke depan partai politik membutuhkan figur yang adaptif, mampu membaca situasi dengan cepat, serta memahami pentingnya penguatan kaderisasi dan transformasi organisasi berbasis digital,” katanya.
Selain nama ART, sejumlah figur lain juga disebut memiliki kapasitas dalam memperkuat Demokrat Sulawesi Tengah, di antaranya Reny A. Lamadjido, Syarifuddin Hafid, Ikbal Basir Khan, serta Hidayat Pakamundi.
Namun demikian, munculnya nama ART dinilai memberi warna baru dalam dinamika Musda Demokrat Sulteng kali ini. Di kalangan kader muda, ART dianggap mampu menjadi jembatan antara generasi senior dan generasi baru partai.
Musda Demokrat Sulawesi Tengah sendiri diperkirakan tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum konsolidasi partai dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.
Regenerasi kepemimpinan disebut mulai menjadi perhatian serius dalam upaya memperkuat Demokrat di Sulawesi Tengah.***






